EmitenNews.com - PT Cakra Buana Resources Energi Tbk (CBRE) mengungkapkan rencana rights issue masih dalam tahapn evaluasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Manajemen CBRE mengklaim proses rights issue atau penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) itu masih berlangsung sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

“Saat ini perseroan masih berada pada tahap pemenuhan atas beberapa hal yang menjadi perhatian dan permintaan klarifikasi dari OJK sebagai bagian dari proses penelaahan dokumen,” tulisa manajemen dalam keterangan tertulis, Kamis (6/8).

Sebelumnya diberitakan, bahwa CBRE berencana menerbitkan maksimal 12,76 miliar saham baru dengan kisaran harga pelaksanaan Rp100-150 per helai. Menyusul skema harga itu, CBRE berpotensi meraup dana segar sekitar Rp1,91 triliun. Setiap pemegang 90 saham lama akan memperoleh 253 Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD).

“Setelah seluruh proses pemenuhan terhadap permintaan OJK telah diselesaikan dan Perseroan memperoleh perkembangan lebih lanjut, Perseroan akan segera mengumumkan pembaruan jadwal pelaksanaan PMHMETD,” lanjut manajemen.

Kinerja Keuangan Semester I

Beriringan dengan aksi korporasi tersebut, sepanjang semester I 2026 CBRE berhasil mengantongi pendapatan sebesar Rp88,96 miliar, meningkat lebih dari tiga kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp29,08 miliar. Di samping itu, CBRE membukukan aset mencapai Rp2,02 triliun.

Kendati demikian, CBRE justru membukukan rugi bersih sebesar Rp36,01 miliar pada semester I 2026. Manajemen menyebutkan, kondisi tersebut dipengaruhi oleh meningkatnya beban operasional dan beban keuangan yang merupakan konsekuensi dari penguatan kapasitas usaha serta struktur pendanaan yang digunakan untuk mendukung ekspansi bisnis Perseroan.

Selain peningkatan biaya operasional, hal itu juga dipengaruhi oleh kenaikan beban bunga pinjaman seiring pemanfaatan fasilitas pembiayaan dalam mendukung pengembangan usaha, serta rugi selisih kurs yang timbul akibat fluktuasi nilai tukar selama periode berjalan.

“Manajemen akan terus berupaya meningkatkan efisiensi, mengoptimalkan pemanfaatan aset, serta memperkuat struktur keuangan agar dapat menghasilkan kinerja yang lebih baik di masa mendatang,” pungkas manajemen.

Pada perdagangan intraday Kamis (6/8), saham CBRE terkoreksi 1,45% atau turun 10 poin ke level Rp680.