Cenderung Tertekan, IHSG Uji Level 8.325
Suasana main hall Bursa Efek Indonesia. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,20 persen menjadi 8.372. Saham sektor industrial mengalami koreksi terbesar, dan saham sektor energi membukukan penguatan terbesar. Rupiah kembali melemah ditutup sekitar level Rp16.720 per dolar Amerika Serikat (USD).
Mayoritas indeks bursa Asia ditutup menguat didorong berakhirnya government shutdown Amerika Serikat (AS). Presiden AS Donald Trump telah menandatangani RUU pendanaan menjadi UU untuk mengakhiri government shutdown terlama sepanjang sejarah AS. RUU itu, telah mendapat 222-209 suara, dan restu DPR AS, sebelum shutdown masuk hari ke-43.
Investor Tiongkok menanti rilis data industrial production Oktober 2025 diperkirakan tumbuh 5,8 persen YoY dari September 2025 sekitar 6,5 persen YoY. Selain itu, akan ada rilis data retail sales Oktober 2025 ditaksir naik 2,2 persen YoY dari September 2025 di level 3 persen YoY. Secara teknikal, indeks ditutup di bawah level MA5 dan indikator Stochastic RSI berlanjut melemah.
Volume jual mengalami kenaikan. Sehingga indeks berpotensi cenderung melemah. Sepanjang perdagangan hari ini Jumat, 14 November 2025, indeks menguji support 8.325, dan resistance 8.350. Menilik data itu, Phintraco Sekuritas menyarankan investor untuk mengoleksi saham PNLF, ARCI, TINS, INDF, dan BRMS. (*)
Related News
Produksi Jagung Pangan Untuk Industri Digenjot, Targetnya 18 Juta Ton
Wamenkeu: Tarif Layanan Seharusnya Bukan Fokus Cari Untung
Aset Perbankan Syariah Capai Angka Tertinggi Sepanjang Masa
Sektor Halal Value Chain Tumbuh 6,2 Persen Pada 2025
PTBA Targetkan Kapasitas Produksi 100 Juta Ton
Berlaku 2027, AHY: Kebijakan ODOL Tak Boleh Hanya Sasar Pengemudi





