Cenderung Volatil, Penerbitan Obligasi Tahun 2022 Diperkirakan Capai Rp110 Triliun
:
0
EmitenNews.com - PT Penilai Harga Efek Indonesia (PHEI) menilai pasar surat utang Indonesia masih akan mengalami fluktuasi sampai akhir tahun ini. Penerbitan obligasi korporasi sepanjang 2022 diperkirakan berada pada kisaran Rp 105 triliun hingga Rp 110 triliun.
Head of Research & Market Information Department PHEI, Roby Rushandie mengatakan, fluktuasi pasar obligasi yang tinggi diakibatkan oleh ancaman inflasi dan tren kenaikan suku bunga bank sentral global.
Roby menjelaskan, inflasi menjadi salah satu sentimen penekan pasar obligasi Indonesia, karena mempengaruhi daya beli dan mengurangi imbal hasil atau return dari investasi. Kemudian, inflasi juga akan memicu bank sentral untuk membuat kebijakan.
"Pasar obligasi Indonesia hingga akhir 2022 diperkirakan cenderung volatil," kata Roby dalam acara Edukasi Wartawan terkait Proyeksi Obligasi pada Semester II Tahun 2022, Rabu (22/6).
Adapun, sentimen lain yang akan mempengaruhi pergerakan pasar obligasi dalam negeri yakni, tensi geopolitik Rusia dengan Ukraina yang belum selesai, serta perkembangan penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia. Sementara itu, kondisi ekonomi Indonesia yang terjaga dengan pemulihan yang semakin baik akan menjadi sentimen positif bagi pasar obligasi.
Related News
BEI Bantah Pembukaan Batas Saham Gocap Jadi Sentimen Negatif IHSG
Jaga Stabilitas Rupiah, BI Perkuat Pengawasan Lalu Lintas Devisa
Ada BBCA hingga ASII, BEI Umumkan 5 Saham Short Selling Bulan Oktober
Terapkan Insentif di Tengah BI Rate 5,75% BI Dorong Modal Masuk USD6M
Short Selling Eksklusif Berlaku 1 Oktober 2026 di Sekuritas MG & XC
BEI Sempurnakan Kriteria Papan Pantauan Khusus, Berlaku Mulai Hari Ini





