CNG Uji Pengembangan 3 Kg, Pengganti LPG Itu Dijamin Lebih Murah
:
0
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. dok. Kementerian ESDM.
EmitenNews.com - Pemerintah tengah menyiapkan energi alternatif pengganti Liquefied Petroleum Gas (LPG). Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyebutkan sang pengganti adalah Compressed Natural Gas (CNG). Harga CNG digadang-gadang lebih murah dari pada LPG, karena bahan bakunya, batu bara, tersedia di Indonesia.
Pemerintah sedang melakukan uji pengembangan CNG dalam bentuk 3 kilogram (kg). Kelak, jika sudah muncul, pemerintah akan memberikan subsidi untuk CNG layaknya LPG 3 kg, jika sampai di tangan rakyat sesuai sasaran subsidi.
Dalam keterangannya seperti dikutip Kamis (7/5/2026), Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menuturkan, bahwa kebijakan pemberian subsidi bagi CNG sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto. Yaitu, agar program energi nasional tetap berpihak kepada masyarakat yang membutuhkan.
"Arahan Bapak Presiden, baik itu CNG maupun LPG selalu mengedepankan untuk membantu rakyat yang memang harus kita bantu. Dengan demikian, subsidi saya pastikan masih harus dilakukan untuk rakyat, ya," ujar Bahlil Lahadalia, di Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (6/5/2026).
Dengan semangat itu, pemerintah tengah mengupayakan agar harga jual CNG nantinya bisa setara harga LPG 3 kg yang saat ini digunakan masyarakat. "Doakan seperti itu ya. Minimal sama. Minimal sama harganya," kata Ketua Umum Partai Golkar itu.
Saat ini pemerintah masih melakukan tahap uji coba dan kajian sebelum implementasi penuh program tersebut. Karena itu, kata Bahlil, skema harga maupun mekanisme distribusi masih terus dimatangkan. "Kita lagi uji coba. Ini belum diimplementasikan. Saya ulangi, ya. Ini masih dalam exercise."
Satu hal, Bahlil mengungkapkan penggunaan CNG sudah diterapkan untuk tabung berukuran 12 kilogram hingga 20 kilogram yang digunakan hotel dan restoran. Penggunaan CNG pada sektor tersebut dinilai cukup efisien.
Pemerintah kini tengah mengembangkan teknologi tabung CNG ukuran 3 kilogram agar lebih sesuai digunakan masyarakat rumah tangga.
Dalam kajian diketahui gas yang menjadi alternatif itu dinilai lebih murah dibandingkan pemakaian LPG. Tak tanggung-tanggung, menurut hasil kajian, Bahlil mengatakan penggunaan CNG bisa lebih murah 30%.
"CNG itu sudah dilakukan kajian. Harganya jauh lebih murah, kurang lebih sekitar 30% lah lebih murah," terang Bahlil usai ditemui di Istana Negara, Selasa (5/5/2026).
Related News
Dirjennya Terseret Kasus Suap di Bea Cukai, Begini Respon Purbaya
Luhut Datang, Pemerintah Siap Perluas Uji Bansos Digital di 42 Kota
Terbang ke Cebu Tadi Pagi, Prabowo Cuma Didampingi Bahlil dan Teddy
Strategi Digital Unggul, Bank BSN Raih Tech Marketing 2026
Pemerintah Pastikan Masyarakat Tak Perlu Ganti Kompor Untuk Pindah CNG
KPR Bonus Emas Bank BSN Tawarkan Nilai Tambah bagi Nasabah





