EmitenNews.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi mengeluarkan sembilan saham dari Indeks Kompas100. Saham-saham yang dikeluarkan dari Indeks Kompas100 yaitu BREN, BTPS, DSSA, FILM, HMSP, INTP, MTEL, SIDO, dan TCPI.

Sementara saham-saham yang ditetapkan sebagai penghuni baru Kompas100 yaitu BFIN, BIPI, BNBR, COIN, EMAS, GGRM, LSIP, MINA, dan RMKE.

Perubahan daftar Kompas100 diumumkan oleh BEI berdasarkan pengumuman resmi nomor Peng-00148/BEI.POP/07-2026 bertanggal 27 Juli 2026. Seluruh perombakan 100 saham paling likuid dan punya market cap besar ini akan efektif berlaku mulai 3 Agustus 2026 hingga 29 Januari 2027.

Lebih lanjut, sembilan saham yang masuk dan keluar tersebut erat dengan sejumlah nama kesohor, mulai dari Grup Bakrie, Grup Sinarmas, Grup Salim, hingga Grup Barito.

9 Saham Didepak dari Indeks Kompas100

PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) menjadi salah satu saham yang terdepak dari Indeks Kompas100. Menyusul beriktunya, PT Dian Swastatika Sentosa (DSSA) yang merupakan bagian dari Grup Sinarmas.

Dua saham lain juga terlempar dari indeks Kompas100, yaitu PT MD Entertainment Tbk (FILM) dan PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI). Bahkan, sebelumnya BEI telah menyematkan status saham High Shareholding Concentration (HSC) terhadap empat saham itu, BREN, DSSA, TCPI, dan FILM.

Lebih lanjut, saham lainnya yang juga turut didepak BEI dari Indeks Kompas100 yaitu PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPS), PT HM Sampoerna Tbk (HMSP), PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP), PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) dan PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO).

9 Saham Baru Masuk Indeks Kompas100

Sementara itu, saham Grup Bakrie terpantau masuk daftar Indeks Kompas100 dalam evaluasi terbaru BEI periode Juli 2026. Di antaranya, PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) merupakan induk holding Grup Bakrie resmi menghuni indeks Kompas100. Menyusul BNBR, PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) juga masuk indeks Kompas100.