Debut Asesmen S&P Global, AVIA Raih Skor ESG Lewati Rata-Rata Industri
:
0
PT Avia Avian Tbk (AVIA)
EmitenNews.com - PT Avia Avian Tbk (AVIA) mencatatkan ESG Score 56 dari 100 dalam S&P Global Corporate Sustainability Assessment (CSA) 2026. Capaian tersebut menempatkan AVIA di posisi 87th percentile industri, jauh di atas rata-rata skor industri yang berada di level 33.
Hasil tersebut menjadi milestone bagi Avian karena 2026 merupakan tahun pertama Perseroan mengikuti proses assessment S&P Global dengan penyampaian data dan dokumen secara lebih komprehensif.
Assessment tersebut mencakup GICS Sector Materials dan ESG Score Industry CHM Chemicals. Bagi Avian, proses ini sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat kualitas data, dokumentasi, evidence, serta pengungkapan atas berbagai praktik keberlanjutan yang telah dijalankan.
S&P Global mencatat kinerja Avian cukup kuat pada sejumlah aspek sustainability, terutama etika bisnis, keselamatan dan kesehatan kerja, pengelolaan produk, serta materiality.
Sustainability Manager PT Avia Avian Tbk Dodik Moerdijanto mengatakan hasil assessment tidak semata-mata dilihat dari pencapaian skor, tetapi menjadi benchmark eksternal untuk mengukur kematangan sistem sustainability perusahaan.
“Assessment S&P Global bukan hanya mengenai pencapaian skor. Yang lebih penting adalah bagaimana seluruh praktik sustainability dapat didukung oleh data, evidence, governance, dan disclosure yang kuat,” ujar Dodik, dalam keterbukaan informasi, Jumat (2/10/2026).
Menurut dia, hasil assessment 2026 menjadi baseline bagi Avian untuk melihat posisi perusahaan sekaligus menentukan area perbaikan ke depan.
Proses assessment tersebut juga mendorong kolaborasi lintas fungsi di internal perusahaan. Berbagai data dan dokumen yang dibutuhkan berasal dari sejumlah fungsi, dengan tim sustainability berperan mengorkestrasi informasi tersebut agar dapat menggambarkan kinerja ESG perusahaan secara menyeluruh.
Dengan posisi di 87th percentile, Avian memiliki benchmark eksternal untuk mempertahankan kinerja yang telah kuat sekaligus mengidentifikasi ruang perbaikan dalam pengelolaan sustainability.
Perseroan memandang hasil assessment tersebut bukan sebagai tujuan akhir, melainkan baseline baru untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan sustainability, transparansi, dan penciptaan nilai jangka panjang bagi para pemangku kepentingan.
Related News
Brigit Biofarmaka (OBAT) Tambah Modal Denbo Higienis Rp5,4 Miliar
Ekspansi ke Bisnis Air Bersih, FUTR Bidik Pendapatan Stabil & Berulang
TLDN Bagi Dividen Interim Rp258,93 Miliar, Ini Jadwalnya!
Investor Restui Restrukturisasi, dan Penyehatan ADHI
Valuasi Terdiskon, GOTO Rebound
HUT ke-28, Bank Mandiri (BMRI) Bayar Dividen Interim Rp6,16 Triliun





