Defisit, Saham Anjlok, Emiten Martua Sitorus Rugi Makin Bengkak
:
0
Pabrik produsen Semen Merah Putih Cemindo Gemilang tampak dari jau. Foto - Dok CMNT
EmitenNews.com - Cemindo Gemilang (CMNT) per 30 September 2026 rugi Rp240,81 miliar. Bengkak 28,89 persen dari episode sama tahun lalu dengan tabulasi rugi sejumlah Rp186,82 miliar. Padahal, pendapatan dari kontrak dengan pelanggan mengalami pertumbuhan dibanding periode sama tahun sebelumnya.
Ya, sepanjang sembilan bulan pertama 2026 itu, pendapatan emiten besutan Martua Sitorus tersebut terkumpul Rp7,47 triliun, surplus 16,17 persen dari posisi sama tahun lalu Rp6,43 triliun. Beban pokok pendapatan Rp6,07 triliun, menanjak dari fase sama tahun sebelumnya Rp5,06 triliun.
Laba kotor terkumpul Rp1,39 triliun, naik tipis dari episode sama tahun lalu Rp1,36 triliun. Beban penjualan Rp566,17 miliar, bertambah dari Rp528,29 miliar. Beban umum dan administrasi Rp282,91 miliar, naik dari Rp278,83 miliar. Beban operasi lain Rp61,38 miliar, bertambah dari Rp46,37 miliar.
Laba operasi Rp485,51 miliar, susut dari Rp509,31 miliar. Rugi selisih kurs Rp292,8 miliar, naik dari Rp184,89 miliar. Pendapatan keuangan Rp26,58 miliar, berkurang dari Rp33,65 miliar. Biaya keuangan Rp444 miliar, turun dari Rp513,68 miliar. Bagian rugi entitas asosiasi Rp10,3 miliar, bengkak dari Rp8,12 miliar.
Rugi tahun berjalan Rp234,94 miliar, bengkak dari Rp189,69 miliar. Jumlah ekuitas Rp2,59 triliun, turun dari Rp2,92 triliun. Akumulasi rugi Rp4,01 triliun, bertambah dari Rp3,77 triliun. Jumlah liabilitas Rp14,12 triliun, berkurang dari akhir 2025 senilai Rp13,59 triliun. Total aset Rp16,72 triliun, naik dari akhir tahun lalu Rp16,62 triliun.
Klaim Manajemen CMNT
Manajemen CMNT mengungkap pertumbuhan pendapatan didukung peningkatan volume penjualan di tengah perbaikan kondisi pasar semen domestik. Kinerja itu, mencerminkan kemampuan dalam memanfaatkan peluang pasar secara optimal sekaligus menjaga kinerja operasional di tengah kondisi usaha yang penuh tantangan.
Pasar semen domestik Indonesia tumbuh sekitar 8,3 persen secara tahunan (year-on-year), terutama didorong proyek dan inisiatif pemerintah serta pengembangan infrastruktur industri. Pertumbuhan pasar itu, memberi dukungan positif bagi bisnis Cemindo, dengan mencatat pertumbuhan volume penjualan seiring dengan penguatan permintaan domestik.
Operasi semen perseroan di Indonesia mencatat peningkatan pendapatan didukung perbaikan permintaan pasar domestik, dan penjualan ekspor, dengan tetap mempertahankan EBITDA pada tingkat relatif setara dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Kinerja itu, mencerminkan kemampuan dalam mempertahankan kinerja operasional inti, dan memanfaatkan peluang pasar di tengah tekanan biaya energi masih tinggi.
Sementara itu, kinerja sejumlah entitas anak usaha lainnya tercatat sedikit lebih rendah dibandingkan dengan kinerja pada periode sama tahun sebelumnya. Ke depan, Cemindo akan terus mengoptimalkan peluang pertumbuhan pasar domestik maupun ekspor, sekaligus memperkuat aspek komersial, dan meningkatkan efektivitas operasional.
Related News
Kinerja Solid, OMED Naikkan Target Pendapatan Jadi Rp2,5 Triliun
Pengendali TRIN Lepas 35,94 Juta Saham, Nilainya Rp8,62 Miliar
Usai Dicaplok H Isam, ini Kinerja Emiten Dato Low per 30 September
Tumbuh Solid, Pendapatan Personel Alih Daya (PADA) Rp1,4T di Q3-2026
Pendapatan Naik 67 Persen, Folago (IRSX) Raih Laba Q3-2026 Rp33,85M
Pendapatan dan Laba INET Kompak Melesat di Kuartal III 2026





