Dekati Rp1, Laba DADA Melangit 863,76 Persen Kuartal III
:
0
Salah satu properti garapan perseroan. FOTO - Dok DADA
EmitenNews.com - Diamond Propertindo (DADA) per 30 September 2026 mengemas laba bersih Rp8,24 miliar. Meroket 863,76 persen dari periode sama tahun lalu senilai Rp855 juta. Menyusul hasil positif itu, laba per saham dasar emiten yang sempat menghebohkan investor ritel tersebut menjadi Rp1.109 dari sebelumnya hanya Rp0,119.
Pendapatan bersih Rp28,96 miliar, melonjak 220 persen dari episode sama tahun lalu Rp9,05 miliar. Beban pokok pendapatan Rp16,15 miliar, mengalami pembengkakan dari posisi sama tahun sebelumnya Rp2,71 miliar. Laba kotor terkumpul Rp12,81 miliar, melambung dari fase sama 2025 senilai Rp6,33 miliar.
Beban penjualan dan pemasaran Rp1,12 miliar, bengkak dari Rp878,18 juta. Beban umum dan administrasi Rp2,9 miliar, susut dari Rp3,78 miliar. Jumlah beban usaha Rp4,02 miliar, turun tipis dari Rp4,66 miliar. Laba usaha Rp16,83 miliar, mengalami lompatan dari Rp1,67 miliar. Penghasilan keuangan Rp186,8 juta, naik dari Rp4,77 juta.
Beban keuangan Rp8,1 juta, turun signifikan dari periode sama tahun sebelumnya Rp399,02 juta. Laba sebelum pajak penghasilan Rp8,96 miliar, mengalami lompatan dari edisi sama tahun lalu Rp1,27 miliar. Beban pajak final Rp724,07 juta, bengkak dari Rp226,26 juta. Laba bersih tahun berjalan Rp8,24 miliar, melonjak dari Rp1,05 miliar.
Jumlah ekuitas Rp363,95 miliar, mengalami peningkatan dari akhir tahun sebelumnya Rp355,7 miliar. Total liabilitas Rp272,71 miliar, menciut dari akhir 2025 senilai Rp283,74 miliar. Jumlah aset tercatat Rp636,66 miliar, mengalami perosotan dari akhir tahun lalu sebesar Rp639,44 miliar.
Episode Akhir Gocap
Sejak implementasi harga saham Rp1 pada 28 September 2026 lalu, saham DADA tidak pernah lagi mencicipi level gocap. Bahkan, terjun bebas meski belum menerjang Rp1, saham DADA terpaku di kisaran Rp17. Sempat mantul dan terakhir perdagangan kemarin, saham DADA auto rejection bawah (ARB).
Sejak era Rp1 berlaku, saham DADA terpangkas 66 persen alias 33 poin dari edisi 25 September 2026 di level Rp50. Kalau dikalkulasi dalam tempo 5 tahun lebih 8 bulan terakhir, saham DADA terpangkas 90,17 persen atau 156 poin dari periode 14 Februari 2020 di kisaran Rp173.
Kalau dihitung dalam tempo 52 minggu terakhir, saham DADA pernah menyentuh level tertinggi Rp71, dan terendah di area Rp16. DADA dipersenjatai kapitalisasi pasar Rp126,34 miliar dengan price earning rasio (PER) 13,85 kali. (*)
Related News
Buru Restu Investor, DOOH Sodorkan Rentetan Aksi Korporasi Berikut
Investor Hong Kong Batal Akuisisi 86 Persen Saham Puri Sentul (KDTN)
IPO Andalan Artha (ANDA), Raih Dana Rp316,76M, Ini Peruntukannya
Akuisisi FFI, Ultrajaya (ULTJ) Siap Terbitkan 7,87 Miliar Saham Baru
MB Investment Tambah Porsi, Kini Kuasai 26,17% Saham ITSEC Asia (CYBR)
CBDK Kantongi Marketing Sales Rp448 Miliar, 85% Berasal dari Kaveling





