Delegasi Menuju AS, IHSG Susuri Level 6.500
Suasana Main Hall Bursa Efek Indonesia. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih mencoba menutup gap level 6.500. Maklum, ada pelebaran positive slope pada MACD, meski Stochastic RSI mulai bergerak mendekati overbought level. Dengan demikian, Indeks masih memiliki ruang menutup gap 6.500.
Keputusan pengecualian sejumlah peralatan elektronik, dan komponen pendukung dalam kebijakan reciprocal tariffs oleh Amerika Serikat (AS) direspons positif pasar. Pemerintah Indonesia dijadwalkan mengutus “tim negosiasi” dipimpin Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto ke AS hari ini, Selasa, 15 April 2024.
Sebagai pengingat, sejumlah poin akan ditawarkan dalam negosiasi tersebut. Meliputi ratifikasi perjanjian dagang dan investasi, deregulasi kebijakan selain tarif, peningkatan impor, investasi dari AS, dan sejumlah insentif untuk mendukung impor dari AS (termasuk penurunan bea impor).
Nah, dari data ekonomi domestik, cadangan devisa Maret 2025 mencatat level tertinggi sepanjang masa. Itu menjjadi modal kuat upaya normalisasi nilai tukar Rupiah. Hari ini (15/4), Indeks Keyakinan Konsumen Maret 2025 diperkirakan naik ke level 127.3 dari level 126.4 edisi Februari 2025.
Berdasar data dan fakta tersebut, Phintraco Sekuritas menyarankan pelaku pasar untuk mengoleksi sejumlah saham berikut. Yaitu, Perusahaan Gas Negara alias PGN (PGAS), Bank Syariah Indonesia alias BSI (BRIS), Indika Energy (INDY), Aspirasi Hidup Indonesia (ACES), dan Indosat (ISAT). (*)
Related News
Produksi Jagung Pangan Untuk Industri Digenjot, Targetnya 18 Juta Ton
Wamenkeu: Tarif Layanan Seharusnya Bukan Fokus Cari Untung
Aset Perbankan Syariah Capai Angka Tertinggi Sepanjang Masa
Sektor Halal Value Chain Tumbuh 6,2 Persen Pada 2025
PTBA Targetkan Kapasitas Produksi 100 Juta Ton
Berlaku 2027, AHY: Kebijakan ODOL Tak Boleh Hanya Sasar Pengemudi





