Demi Masuk OECD, Kemenperin Rombak Total Tata Kelola Kimia
:
0
Kemenperin mematangkan tata kelola industri kimia nasional demi mempercepat pemenuhan standar masuk keanggotaan OECD.(Foto: Dok)
EmitenNews.com - Kementerian Perindustrian menggelar Fact-Finding Mission di Jakarta pada Selasa guna mematangkan tata kelola industri kimia nasional demi mempercepat pemenuhan standar masuk keanggotaan OECD.
Langkah strategis tersebut menjadi bagian resmi dari rangkaian proses aksesi Indonesia untuk bergabung dengan Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD). Standardisasi industri kimia nasional dinilai krusial karena sektor ini memegang peranan besar dalam rantai pasok global dan pergerakan saham emiten manufaktur di Bursa Efek Indonesia. Penyelarasan tata kelola ini menjadi indikator penting dalam penilaian kelayakan industri manufaktur domestik di mata internasional.
Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan dan Akses Industri Internasional Kemenperin menyatakan bahwa penyelarasan regulasi ini akan memberikan kepastian hukum yang lebih kuat bagi pelaku usaha. Harmonisasi kebijakan tersebut sekaligus memperkuat ekosistem industri nasional agar selaras dengan praktik terbaik dunia.
"Fact-Finding Mission ini adalah momentum penting bagi Indonesia untuk menunjukkan komitmen mendalam dalam mengadopsi instrumen hukum OECD pada sektor pengelolaan bahan kimia," ujarnya di Jakarta.
Agenda utama dalam misi pencarian fakta ini meliputi sinkronisasi tata kelola industri kimia, manajemen risiko bahan kimia berbahaya, serta penerapan standardisasi internasional perlindungan lingkungan. Langkah konkrit ini juga berfokus pada efisiensi rantai pasok dan adopsi teknologi bersih di pabrik-pabrik kimia lokal. Standardisasi ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing investasi asing langsung (FDI) di sektor petrokimia dan kimia dasar nasional, yang selama ini menjadi penopang utama struktur industri manufaktur.
Pemerintah menargetkan integrasi kebijakan ini dapat meminimalkan hambatan ekspor nontarif bagi produk kimia Indonesia ke negara-negara maju anggota OECD. Penerapan standar yang lebih ketat juga diproyeksikan memberikan sentimen positif bagi pertumbuhan jangka panjang pasar modal, khususnya menjaga stabilitas emiten sektor industri dasar di bursa saham secara menyeluruh.(*)
Related News
Kejar Insentif AS, Hyundai-SK Produksi Sel Baterai di Georgia
IHSG Pagi Berlanjut Menguat, Meski Ditekan Sentimen Rupiah & Minyak
IHSG Cenderung Koreksi, Koleksi Saham-Saham Berikut
Investor Cermati Saham HSC, IHSG Konsolidatif
Usai Pengumuman Saham HSC BEI, Begini Proyeksi IHSG
Pertama! Bittime Raih Izin Perdagangan Futures dari OJK





