Investor Cermati Saham HSC, IHSG Konsolidatif
:
0
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona merah pada perdagangan sesi 2, Jumat 26 Juni 2026. Photo/Rizki EmitenNews.com
EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin ditutup menguat tipis 0,03 persen menjadi 6.039. Nah dari sisi teknikal, pembentukan histogram positif MACD masih berlanjut, dan indikator stochastic RSI berada pada overbought area. So, IHSG berpeluang melakoni konsolidasi.
Sepanjang perdagangan Rabu, 15 Juli 2026, IHSG akan menyusuri support 5.950, dan resistance 6.125. S&P memproyeksi defisit APBN 2,9 persen terhadap product domestic bruto (PDB) untuk tahun 2026 dan 2027. Lalu, rasio utang pemerintah diperkirakan 40,6 persen dari PDB edisi 2026, dan 40,7 persen PDB pada 2027.
S&P juga memperkirakan Pemerintah memangkas anggaran Program MBG sekitar Rp100 triliun dari sebelumnya Rp300 triliun, kemungkinan dari penyesuaian parameter program, peningkatan efisiensi, dan penguatan pengawasan. Langkah itu, dinilai perlu untuk menjaga defisit APBN di bawah 3 persen, apalagi di tengah kondisi penguatan kembali harga minyak mentah.
Bursa Efek Indonesia (BEI) menambahkan kriteria price-impact ratio (PIR) dalam metodologi penyaringan saham berpotensi memiliki konsentrasi kepemilikan tinggi atau High Shareholding Concentration (HSC). BEI akan melakukan penyaringan terhadap saham-saham mengalami perubahan harga signifikan, tetapi tidak didukung aktivitas transaksi memadai.
PIR adalah perbandingan antara perubahan harga saham dengan tingkat velocity perdagangan. Velocity adalah rata-rata volume transaksi dibandingkan jumlah saham beredar di publik alias free float. Saham dengan volume transaksi rendah namun mengalami kenaikan harga besar akan menghasilkan PIR tinggi, dan menjadi objek pengawasan untuk berpotensi termasuk dalam HSC.
BEI menambah 37 saham dalam daftar saham HSC sehingga total menjadi 51 saham. Menilik data itu, Phintraco Sekuritas menyarankan investor mengoleksi saham berikut. Yaitu, Solusi Sinergi alias Surge (WIFI), Trimegah Persada (NCKL), Mayora Indah (MYOR), Çiputera Development (CTRA), dan Merdeka Battery (MBMA). (*)
Related News
Ditopang Nyaris Semua Sektor, IHSG Sesi I (8/9) Melaju 0,84% ke 6.674
Perusahaan China Kuasai Proyek Sampah Listrik Indonesia
IHSG Dibuka Menguat Lagi, 3 Sektor Termasuk Healthcare Pimpin Reli
Aksi Jual Berlanjut, IHSG Tertekan
Imbauan Pakai Masker, Sektor ini Paling Cuan
Proyeksi IHSG Selasa (8/9), Cermati Area Berikut





