EmitenNews.com - Dari 37 emiten badan usaha milik negara (BUMN) dan anak usaha BUMN yang listing di Bursa Efek Indonesia, terdapat beberapa emiten yang kinerjanya konsisten mengalami kerugian.

Kerugian tersebut telah berlangsung beberapa lama. Namun ada pula emiten yang sebelumnya untung namun di kuartal kedua 2026 ini mengalami kerugian. Selain itu, ada pula BUMN yang sebelumnya rugi tapi berhasil membalikkan kinerja (turnaround) menjadi laba.

Berikut adalah daftar emiten BUMN dan Anak Usaha yang mencatatkan rugi  kuartal kedua (Q2 / Semester I 2026) yang diolah Emitennews.com, Kamis (6/8/2026).

1. WSKT — PT Waskita Karya (Persero) Tbk
Kinerja Q2/Semester I 2026 membukukan rugi bersih sebesar Rp1,92 triliun.
Kerugiannya disebabkab murni sektor infrastruktur/kontraktor yang masih tertekan oleh beban pendanaan, sisa utang konsolidasi, dan proses restrukturisasi yang berlangsung sejak beberapa tahun terakhir. Walau demikian, nilai kerugian ini sedikit menyusut jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

2. WSBP — PT Waskita Beton Precast Tbk (Anak Usaha WSKT)
Kinerja Q2/Semester I 2026 kerugian bersih tercatat melebar sekitar 20% secara tahunan (yoy).
Kerugian disebabkan tertekan oleh penurunan volume permintaan proyek konstruksi baru dan tingginya beban usaha operasional manufaktur beton precast.

3. WEGE — PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (Anak Usaha WIKA)
Kinerja Q2/Semester I 2026 mencatatkan rugi bersih sebesar Rp89,74 miliar.
Kinerja WEGE berbalik negatif dari posisi laba pada Q2 2025 akibat penurunan pendapatan sebesar 55%, meskipun dari sisi perolehan nilai kontrak baru perseroan mencatatkan lonjakan tajam.

Emiten BUMN yang Berhasil Turnaround (Berbalik Laba) pada Q2 2026

Sementara itu beberapa emiten BUMN yang sebelumnya konsisten merugi berhasil membalikkan kinerja (turnaround) menjadi laba pada kuartal II / Semester I 2026.

1.KAEF (PT Kimia Farma Tbk) sukses mencetak laba bersih Rp54,07 miliar di Semester I 2026 (berbalik dari posisi rugi bersih Rp135,61 miliar pada Semester I 2025).

2.KRAS (PT Krakatau Steel (Persero) Tbk) membukukan laba sebesar Rp635 miliar setelah sebelumnya mengalami defisit.