Berkat kualitas yang dihasilkan dalam pembangunannya, proyek Sirkuit Mandalika ini memperoleh 3 (tiga) rekor penghargaan dari MURI, yaitu: Pengaspalan Menggunakan Teknologi BIM dengan Volume Terbanyak, Pembangunan Sirkuit Pertama Standar FIM, dan Pembangunan Lintasan Sirkuit Tercepat.
Lintasan sirkuit yang dibangun oleh PTPP ini merupakan sirkuit Moto GP pertama di Indonesia yang memiliki hasil pengaspalan termulus berkat teknologi yang digunakan dalam pembangunannya. Proyek pembangunan Sirkuit Mandalika ini dikerjakan sejak bulan Juli 2020 sd Agustus 2021 dan menjadi pembangunan lintasan sirkuit yang tercepat.
"Kami sangat mengapresiasi hasil kerja keras Tim Proyek Sirkuit Mandalika dimana mereka dapat menuntaskan pekerjaan pengaspalan jalan Sirkuit Mandalika dengan kualitas terbaik. Dalam pelaksanaan pengerjaan pengaspalan jalan tersebut, Tim Proyek berhasil menyelesaikan proyek sesuai dengan spesifikasi tinggi dari Federation Internationale de Motorcyclisme (FIM).
Berkat kualitas aspal yang digunakan, jalan Sirkuit Mandalika diklaim dapat digunakan dengan kecepatan puncak hingga 310 kilometer per jam. Jalan lintasan Sirkuit Mandalika termasuk aman dikarenakan memiliki safety area, seperti Run off Asphalt dan Run of Gravel yang luas.
Dengan adanya penyelenggaraan kegiatan WSBK yang akan diselenggarakan pada tanggal 19 November mendatang, kami berharap kehadiran Sirkuit Mandalika sebagai sirkuit jalanan pertama di Indonesia yang memiliki kualitas jalan terbaik dapat meningkatkan daya tarik para wisatawan baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Sehingga kedepannya dapat membantu meningkatkan perekonomian Indonesia,. tulis Nur Rochmad Komisaris Independen PTPP dalam keterbukaan informasi BEI Selasa (9/11).
Related News

Akhir Juni 2025, Laba Emiten Boy Thohir (AADI) Drop 50,09 Persen

Semester Pertama 2025, Laba MYOH Melejit 60,74 Persen

Harga Diskon, Pengendali Lego 136,2 Juta Saham LINK

Lepas Ratusan Juta Lembar, Pentolan AMMN Dulang Rp2,28 Triliun

Susut 22,6 Persen, Akhir Juni 2025 PGAS Raup Laba USD144,42 Juta

Drop 77,53 Persen, Laba ADRO Paruh Pertama 2025 Sisa USD174,94 Juta