EmitenNews.com - PT Cashlez Worldwide Indonesia Tbk (CASH), emiten teknologi finansial yang tercatat di papan akselerasi Bursa Efek Indonesia, melaporkan adanya penambahan kepemilikan oleh pemegang saham pengendali Perseroan. Aksi borong saham tersebut dilakukan pada Januari 2026 dengan tujuan investasi.

Berdasarkan keterbukaan informasi, pemegang saham pengendali CASH, Andri Wijono Sutiono, tercatat melakukan pembelian saham secara bertahap di pasar reguler. Pada 21 Januari 2026, Andri memborong sebanyak 42.933.700 saham CASH di harga Rp115 per saham dengan nilai transaksi sekitar Rp4,93 miliar. Aksi beli kembali dilanjutkan pada 22 Januari 2026 dengan pembelian 4.635.300 saham di harga Rp165 per saham atau senilai Rp767,79 juta.

Dengan demikian, total saham yang dikoleksi Andri dari pasar mencapai 47.569.000 lembar. Seiring transaksi tersebut, porsi kepemilikan Andri meningkat signifikan menjadi 531.317.114 saham atau setara 37,10 persen, dari sebelumnya 483.748.114 saham atau sekitar 33,80 persen.

Mengacu pada laporan bulanan registrasi pemegang efek per 31 Desember 2025, Andri Wijono Sutiono tercatat sebagai pemegang saham pengendali CASH. Sementara itu, Hasim Sutiono menjadi pemegang saham terbesar kedua dengan kepemilikan 381.438.361 saham atau setara 26,65 persen.

Adapun kepemilikan saham publik CASH tercatat sebanyak 607.969.122 saham atau setara 42,49 persen. Jumlah pemegang saham Perseroan hingga akhir Desember 2025 juga mengalami peningkatan sebanyak 103 pihak menjadi 2.739 pemegang saham dibandingkan bulan sebelumnya.

Pada perdagangan hari ini, harga saham CASH sempat terjun bebas. Dibuka di level 182, harganya tiba-tiba anjlok ke 163 per saham. Hingga akhir perdagangan sesi I volatilitas transaksi cukup tinggi, pergerakan harganya berada di rentang 163 hingga 186 per saham.

Namun, secara year to date (ytd), saham CASH telah memberikan gain sebesar 61 poun atau 58,65 persen dan sebesar 105 poin atau 175 persen dalam jangka waktu enam bulan terakhir.