Dibeking Grup Djarum, Seberapa Mahal Valuasi IPO BACH?
:
0
Dibeking Grup Djarum, Seberapa Mahal Valuasi IPO BACH? Dok. Bach
EmitenNews.com - Prospektus PT Bach Multi Global Tbk. (BACH) menyajikan sebuah epos transformasi korporasi yang sangat memikat: sebuah kontraktor dan penyewa genset tradisional yang sedang dalam proses "ditelan" ke dalam ekosistem raksasa infrastruktur digital Grup Djarum melalui PT Sarana Menara Nusantara Tbk. atau TOWR.
Secara objektif, BACH bukanlah perusahaan fiktif tanpa aset. Namun, bagi para calon investor ritel, prospektus ini memuat manuver penataan modal pra-IPO yang sangat agresif serta celah regulasi yang wajib dikuliti agar kalian tidak terjebak dalam volatilitas harga pasca-pencatatan.
Dapur Keuangan BACH: Laba Meroket, Tapi Kas Kok Seret?
Menelusuri rekam jejak fundamentalnya, PT Bach Multi Global Tbk. (BACH) memang menyajikan grafik pertumbuhan pendapatan dan laba bersih yang sangat cantik, namun menyimpan kerapuhan likuiditas yang mengkhawatirkan. Pada penutupan tahun buku 2025, perseroan menanggung liabilitas jangka pendek sebesar Rp595,18 miliar, padahal pundi-pundi kas dan setara kas yang tersisa di brankas hanya Rp11,97 miliar.
Kondisi rasio kas (cash ratio) yang menyentuh level 0,02x ini menunjukkan bahwa untuk setiap utang Rp100 yang harus dilunasi dalam setahun, perusahaan murni hanya memegang uang tunai sebesar dua Rupiah.
Kekeringan likuiditas ini merupakan dampak logis dari kebijakan ekstraksi modal pra-IPO yang sangat agresif, di mana perseroan membagikan dividen kas sebesar Rp129,1 miliar pada tahun 2023 dan kembali mengekstraksi likuiditas lewat pembagian dividen tunai sebesar Rp50 miliar pada tahun 2025. Langkah historis tersebut membuktikan bahwa para pemegang saham lama telah mengamankan porsi keuntungan masa lalu secara maksimal, tepat sebelum meminta suntikan modal baru dari masyarakat.
Akibat saldo kas yang kempes, seluruh dana segar hasil IPO yang ditargetkan mencapai maksimal Rp307,5 miliar di harga batas atas Rp500 murni berstatus sebagai instrumen refinancing dan pelunasan kewajiban vendor. Perseroan akan langsung menyerahkan sekitar Rp91,02 miliar kepada PT Bank Permata Tbk. demi menyapu bersih pinjaman modal kerja jangka pendek berbunga 6,3 persen.
Sementara itu, sisa dana sekitar Rp213,48 miliar akan dikirimkan ke pemasok asing di China dan Spanyol untuk melunasi tagihan pembelian 436 unit genset. Karena total nilai pesanan genset tersebut mencapai Rp237,49 miliar dan perusahaan baru membayar uang muka Rp18,17 miliar, sisa utang Rp219,31 miliar ke pihak pemasok ini otomatis menelan habis porsi modal kerja dari publik.
Dengan skema penggunaan dana yang nihil ekspansi baru, saham BACH ditawarkan pada rasio P/E historis 10,5x hingga 13,1x dan rasio PBV proforma 2,1x hingga 2,6x. Bagi para investor ritel penganut aliran fundamental konservatif, valuasi tersebut tergolong cukup mahal untuk ukuran perusahaan dealer dan kontraktor kelistrikan.
Menimbang Beking Raksasa Grup Djarum vs Nasib Lisensi
Related News
Bos ESSA Rela Diet Utang Demi Investor Pesta Dividen 2 Digit
Berani Naik Panggung Bursa Demi Bayar Utang, Apa Janji RS Mata JEC?
Vietnam Terancam Gagal Naik Kasta MSCI, Beda Mazhab dengan FTSE
Ramah Asing Tapi Sulit Dipercaya, Indonesia Paten di Emerging Market
Bidik Proyek Cek Kesehatan Gratis, Seberapa Sehat Fundamental PRDL?
CLEO dan 32 Pabriknya, Saat Ambisi Ekspansi Menggerus Laba





