EmitenNews.com - PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) berhasil 'comeback' mencetak laba pada semester I 2026. Dari laporan keuangan konsolidasian interim unaudited, SSIA membukukan laba bersih sebesar Rp262,55 miliar, berbalik dari rugi bersih Rp32,34 miliar di periode yang sama tahun sebelumnya.

Selama semester I 2026, SSIA berhasil meraup pendapatan usaha mencapai Rp3,35 triliun, melonjak 58,77% dari sebelumnya Rp2,11 triliun. Kendati disertai biaya beban yang juga naik di semester I ini, SSIA masih mampu mencetak laba usaha sebesar Rp633,0 miliar, meningkat 520,59% dari Rp102,0 miliar.

Dengan kinerja yang meroket itu, SSIA membukukan laba per saham dasar Rp55,80. Berbalik positif dari rugi per saham Rp6,98 di periode sebelumnya.

Lonjakan positif itu juga terlihat dalam arus kas dari aktivitas operasi. Di mana SSIA membukukan penerimaan dari pelanggan sebesar Rp3,07 triliun, melonjak 63,30% dari sebelumnya sebesar Rp1,88 triliun. Peningkatan penerimaan tersebut, diiringi dengan pembayaran kepada pemasok yang berhasil ditekan. Dari sebelumnya sebesar Rp2,23 triliun, berhasil ditekan menjadi Rp2,14 triliun.

Adapun arus kas neto yang diperoleh dari aktivitas operasi tercatat sebesar Rp408,87 miliar, berbalik dari defisit Rp782,84 miliar di tahun sebelumnya.

Di saat yang sama, SSIA juga gencar berinvestasi dengan menggelontorkan dana untuk perolehan aset tetap. Jumlahnya meningkat di semester I 2026 sebesar Rp648,5 miliar dibandingkan tahun lalu sebesar Rp559,4 miliar.

Adapun kas dan setara kas akhir periode tercatat masih cukup tebal di posisi Rp1,09 triliun, sedikit terpangkas dari kas dan setara kas awal periode sebesar Rp1,42 triliun.

Sementara melihat dari sisi neraca, total aset SSIA juga turut meningkat 2,44% menjadi Rp13,02 triliun dari tahun sebelumnya sebesar Rp12,71 triliun. Liabilitas turun 1,94% menjadi Rp4,54 triliun dari Rp4,63 triliun, dan ekuitas meningkat 5,08% menjadi Rp8,48 triliun dari Rp8,07 triliun.

Beking Kuat Konglomerat

Seiring dengan menguatnya kinerja sepanjang semester I 2026, sejumlah konglomerat melalui entitas usahanya tercatat mengempit saham SSIA. Berdasarkan data kepemilikan saham di atas 1% per 31 Juli 2026, Keluarga Hartono (Grup Djarum) melalui PT Dwimuria Investama Andalan tercatat menggenggam 482 juta lembar atau setara 10,24%.