Haji Isam Masuk, Low Tuck Kwong Rintis BYAN dari Bisnis Kontraktor
:
0
Ilustrasi aktivitas PT Bayan Resources Tbk (BYAN). Dok. Bayan/Investor Daily.
EmitenNews.com - Lebih dari dua dekade beraktivitas, struktur kepemilikan PT Bayan Resources Tbk (BYAN) kini memasuki babak baru. BYAN salah satu perusahaan tambang batu bara besar di Indonesia yang dibangun oleh Dato’ Dr. Low Tuck Kwong. Perubahan besar terjadi setelah emiten konglomerat Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam dikabarkan mengakuisisi saham perusahaan yang awalnya bergerak di bidang kontraktor itu.
Informasi yang dikumpulkan Jumat (18/9/2026), perjalanan bisnis Bayan berawal dari perusahaan kontraktor yang kemudian berkembang melalui akuisisi konsesi tambang, pembangunan infrastruktur, hingga menjadi grup pertambangan batu bara terintegrasi.
Setelah lebih dari dua dekade kemudian struktur kepemilikan Bayan kini memasuki babak baru. Direktur Bayan Resources Jenny Quantero menyatakan, Low Tuck Kwong dan putrinya, Elaine Low, Rabu (16/9/2026), menandatangani perjanjian jual beli saham bersyarat dengan PT Jhonlin Baratama, bagian dari Jhonlin Group milik Haji Isam.
Rencananya sebanyak 10.000.000.500 lembar atau sekitar 30% saham BYAN bakal diambil alih Haji Isam lewat emiten JARR.
Sejauh ini, berdasarkan data pemegang saham, Low Tuck Kwong memiliki 13,42 miliar saham BYAN atau 40,25%, sedangkan Elaine Low menguasai 7,33 miliar saham atau 22%. Jika digabungkan, keduanya menggenggam sekitar 62,25% saham perseroan.
Saat ini, Bayan memiliki lima Kontrak Karya Batu Bara (CCOW) dan 16 Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang mencakup lebih dari 126.000 hektare di Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan. Konsesi tersebut dikelompokkan dalam empat proyek pertambangan aktif.
Diketahui batu bara dari Proyek Tabang dan TSA/FKP diangkut menuju Balikpapan Coal Terminal (BCT), salah satu fasilitas KFT, atau dalam kondisi tertentu langsung kepada pelanggan. Kemudian, batu bara dari Proyek PIK dan Wahana dikirim langsung kepada pelanggan melalui fasilitas independen di masing-masing proyek.
Perjalanan Bisnis Low Tuck Kwong di Indonesia
Cikal bakal Bayan Group dari perjalanan bisnis Low Tuck Kwong di Indonesia, berawal pada 1973. Ketika itu, Low mendirikan PT Jaya Sumpiles Indonesia (JSI), perusahaan yang bergerak di bidang pekerjaan tanah, konstruksi umum, dan struktur kelautan.
Kemudian, memasuki era 1980-an hingga 1990-an, JSI berkembang menjadi salah satu kontraktor terkemuka di Indonesia, terutama dalam pekerjaan fondasi tiang pancang yang kompleks pengerjaannya.
Related News
Siapkan PMTHMETD, Ultra Voucher (UVCR) Kuatkan Modal Kembangkan Bisnis
Sugeng dan Rudy Perkuat Mitrabahtera (MBSS), Ini Posisinya Usai RUPSLB
Nextier Jualan MGLV Lagi, Volume 7 Juta Unit, Harga Setara Pertalite
Induk Frisian Flag Caplok Ultrajaya (ULTJ), Saham Langsung Melesat!
Saham Big Cap Runtuh di Sesi I (18/9), Ternyata Asing Net Sell Rp1,14T
Emiten Keluarga Nursalim SCNP Siap Guyur Pasar 192,33 Juta Saham





