Sugeng dan Rudy Perkuat Mitrabahtera (MBSS), Ini Posisinya Usai RUPSLB
:
0
Ilustrasi PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk. (MBSS). Dok. Mitrabahteral.
EmitenNews.com - Sugeng Pangraksa, dan Rudy Heriyanto Adi Nugroho memperkuat PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk. (MBSS). Masing-masing ditetapkan sebagai direktur utama, dan komisaris utama dalam rapat umum pemegang saham luar biasa emiten pelayaran energi itu, Kamis (17/9/2026).
Dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia, seperti dikutip Jumat (18/9/2026), Mitrabahtera Segara Sejati melakukan perombakan pada struktur manajemen setelah pemegang saham menyetujui sejumlah agenda dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa itu.
Perubahan tersebut mencakup susunan Direksi dan Dewan Komisaris, setelah adanya peralihan pemegang saham pengendali perseroan yang berlangsung pada akhir Juli 2026.
RUPSLB dihadiri pemegang saham yang mewakili 1,455 miliar saham atau 83,18% dari seluruh saham dengan hak suara yang sah. Jumlah tersebut telah memenuhi ketentuan kuorum rapat.
Dalam RUPSLB MBSS itu, pemegang saham mengangkat Sugeng Pangraksa sebagai Direktur Utama MBSS. Ia akan didampingi Meita Liliasari, Hessa Afigthyven, dan Dyan Puspita Sari Dachi yang masing-masing menjabat sebagai Direktur.
Sedangkan Rudy Heriyanto Adi Nugroho ditunjuk sebagai Komisaris Utama. Jajaran Dewan Komisaris terdiri atas Rina Yohana sebagai Komisaris, serta Rico Rustombi dan Aryo Wibisono sebagai Komisaris Independen.
Manajemen menyebutkan, jajaran manajemen baru tersebut akan menjalankan masa jabatan selama lima tahun sejak RUPSLB ditutup hingga RUPST tahun kelima, yang diperkirakan digelar pada 2031.
Informasi yang ada menyebutkan, perombakan manajemen terjadi setelah perubahan pengendali MBSS pada akhir Juli 2026. PT Galley Adhika Arnawama sebelumnya melepas seluruh kepemilikannya di perseroan.
Berdasarkan keterbukaan informasi, PT Galley Adhika Arnawama menjual 1.443.766.800 saham MBSS atau sekitar 82,5% dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan.
Saham Galley tersebut dialihkan kepada PT Wibowo Group Capital melalui transaksi crossing di pasar negosiasi Bursa Efek Indonesia pada 31 Juli 2026. Wibowo Group Capital menjadi pemegang saham pengendali MBSS dengan kepemilikan 1.443.766.800 saham. Sementara itu, sebanyak 306.259.839 saham atau sekitar 17,5% berada di tangan masyarakat.
Related News
Haji Isam Masuk, Low Tuck Kwong Rintis BYAN dari Bisnis Kontraktor
Nextier Jualan MGLV Lagi, Volume 7 Juta Unit, Harga Setara Pertalite
Induk Frisian Flag Caplok Ultrajaya (ULTJ), Saham Langsung Melesat!
Saham Big Cap Runtuh di Sesi I (18/9), Ternyata Asing Net Sell Rp1,14T
Emiten Keluarga Nursalim SCNP Siap Guyur Pasar 192,33 Juta Saham
Sinyal RKAB Rampung, Saham BYAN Meroket ARA 19,96 Persen di Sesi I





