EmitenNews.com - Harga minyak mentah dunia memangkas kenaikan dari sesi sebelumnya dan bergerak melemah pada perdagangan Kamis (29/10/2026). Penurunan harga ini terjadi seiring langkah para investor yang tengah mencermati berbagai upaya diplomatik terbaru untuk mencegah eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.

Berdasarkan data Trading Economics, harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) turun ke level sekitar USD102 per barel. Sementara itu, minyak mentah jenis Brent juga mencatatkan penurunan hingga menyentuh kisaran USD114 per barel pada hari yang sama.

Laporan pasar menunjukkan Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) JD Vance telah menghubungi pejabat keamanan nasional Iran Mohsen Rezaei untuk membahas situasi kawasan. Presiden AS Donald Trump mengonfirmasi bahwa proses negosiasi saat ini sedang berlangsung melalui pihak mediator, meskipun ia tetap mengakui adanya ketidakpastian terhadap hasil akhir perundingan tersebut.

Peluang perundingan juga dikonfirmasi oleh pihak pemerintah Iran di tengah ketegangan yang berlangsung. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan kembali bahwa Teheran tetap terbuka untuk solusi diplomatik.

Meskipun mengalami penurunan harian, harga minyak mentah WTI secara akumulatif telah melonjak lebih dari 14 persen sepanjang bulan ini. Lonjakan harga komoditas energi global tersebut sebelumnya dipicu oleh meningkatnya bentrokan yang melibatkan Arab Saudi dan pasukan Houthi yang didukung Iran, serta ancaman terhadap jalur pengiriman kapal di Selat Hormuz.

Perkembangan harga minyak mentah dunia ini menjadi perhatian pelaku pasar dan pemerintah Indonesia terkait potensi dampaknya terhadap beban subsidi BBM nasional. Kendati demikian, pasokan minyak global dilaporkan relatif stabil karena aliran energi dari kawasan Timur Tengah saat ini telah pulih mendekati tingkat sebelum terjadinya konflik.(*)