Persaingan Moda Transportasi Lain Tahan Peringkat ASDP
:
0
Foto: ASDP
EmitenNews.com - Lembaga pemeringkat efek PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menetapkan peringkat idAA+ dengan prospek stabil untuk BUMN operator penyeberangan, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero). Penetapan peringkat tersebut terutama mencerminkan peran strategis perseroan bagi Pemerintah Indonesia, posisi pasar yang kuat, serta profitabilitas dan profil keuangan yang solid.
Dalam laporan ikhtisar peringkat tertanggal Rabu (28/10/2026), Pefindo mencatat kekuatan fundamental usaha perseroan tetap diimbangi oleh sejumlah tantangan operasional. "Peringkat tersebut dibatasi oleh persaingan dengan moda transportasi lain dan risiko pelaksanaan terkait ekspansi usaha," tulis Pefindo dalam laporan resminya.
Pefindo menyatakan peluang kenaikan peringkat dapat terjadi apabila langkah ekspansi ASDP, khususnya pada lintasan komersial dan jarak jauh, mampu meningkatkan pendapatan secara berkesinambungan. Sebaliknya, peringkat dapat diturunkan jika terjadi penurunan profitabilitas material akibat hilangnya peluang bisnis, pembengkakan biaya modal yang memicu lonjakan beban utang, atau pelemahan signifikan pada dukungan pemerintah.
Didirikan pada tahun 1973, ASDP merupakan operator pelabuhan sekaligus penyedia layanan transportasi feri roll-on/roll-off (ro-ro). Sebagai satu-satunya BUMN di sektor ini, perseroan bertanggung jawab memfasilitasi konektivitas laut dan logistik yang terjangkau bagi masyarakat di seluruh wilayah Nusantara melalui dua kategori layanan, yakni komersial dan perintis untuk wilayah pedesaan.
Dari sisi kepemilikan saham, sebagian besar saham ASDP kini dimiliki oleh Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) melalui PT Danantara Asset Management (Persero). Meski demikian, Pemerintah Indonesia tetap mempertahankan satu lembar saham Seri A Dwiwarna yang memberikan hak khusus serta kendali strategis atas perseroan.(*)
Related News
Tak Kompromi Soal Inflasi, Fed Masih Terbuka Naikkan Suku Bunga
Induk Google Anjlok 10 Persen, Bursa Wall Street Ambrol
Pengguna Kripto AS Naik Jadi 22 Persen, Tapi Mayoritas Kapok!
Diplomasi Cegah Eskalasi Timteng Bawa Minyak WTI Sentuh USD102
Tekanan Rupiah Berkurang, The Fed Pertahankan Suku Bunga
Tujuan Ekspor, RI Bidik Kesepakatan Dagang dengan AS USD33 Miliar





