EmitenNews.com - PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk. (TUGU) menyampaikan bahwa Tatang Nurhidayat selaku Direktur utama telah menambah porsi kepemilikan sahamnya pada tanggal 31 Oktober hingga 6 November 2024.
Edi Yoga Prasetyo Corporate Secretary TUGU dalam keterangan tertulisnya Senin (11/11) menyampaikan bahwa Tatang telah membeli sebanyak 129.500 lembar saham TUGU di harga Rp1.075-Rp1.135 per saham.
Sebelumnya Tatang juga pernah membeli sebanyak 45.500 lembar saham TUGU di harga Rp1.045-Rp1.050 per saham pada tanggal 9 Oktober dan 10 Oktober 2024.
"Tujuan transaksi adalah untuk Investasi dengan kepemilikan saham langsung,"tuturnya.
Pasca pembelian, maka kepemilikan saham Tatang Nurhidayat di TUGU bertambah menjadi 419.500 lembar saham setara dengan 0,0118% dibandingkan sebelumnya sebanyak 290.000 lembar saham setara dengan 0,0082%.
Pada perdagangan hari ini Selasa (12/11) saham TUGU Naik Rp10 atau menguta 1 % menjadi Rp1.085 per lembar saham.
PT Asuransi Tugu Pratama Tbk (TUGU) membukukan pendapatan sebesar Rp3,16 triliun hingga 30 September 2024, naik 15,75% dari Rp2,73 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Namun Laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk juga mengalami penurunan signifikan sebesar 50,75%, menjadi Rp551,67 miliar dari Rp1,12 triliun pada periode yang sama tahun lalu.
Salah satu pos pemberatnya, beban lain lain senilai Rp71,724 miliar pada akhir September 2024. Sedangkan akhir September 2023 membukukan pendapatan lain lain Rp930,29 miliar.
Selain itu, laba tahun berjalan turun amblas 47,9 persen secara tahunan tersisa Rp591,52 miliar.
Dalam laporan keuangan kuartal III-2024 disebutkan, beban perusahaan meningkat signifikan menjadi Rp2,45 triliun dari Rp1,30 triliun, yang menyebabkan laba sebelum pajak turun drastis 52,28% menjadi Rp663,30 miliar dibandingkan Rp1,39 triliun pada periode sebelumnya.
Related News
OJK Setujui Pengangkatan Febrio Kacaribu sebagai Komisaris BNI
BNI Siap Kembalikan Dana Rp28M Aek Nabara, Tegaskan Bukan Produk Resmi
YOII Pacu Right Issue Meski RBC Tembus 1.036 Persen, Ini Alasannya
Emiten Hermanto Tanoko (DEPO) Sewa Lahan Milik Anak Usaha
Komisaris Emiten Properti (INPP) Ajukan Pengunduran Diri
Anak Usaha TINS Jajaki Kerja Sama Docking 13 Kapal ASDP di Batam





