EmitenNews.com -PT Jasa Armada Indonesia Tbk (IPCM), perusahaan penyedia jasa pemanduan dan penundaan kapal yang merupakan bagian dari Pelindo Group, tetap mencatatkan kinerja operasional yang positif pada Semester I 2026 di tengah meningkatnya tantangan industri maritim global. Berdasarkan laporan keuangan untuk periode yang berakhir pada 30 Juni 2026, Perseroan membukukan pendapatan usaha sebesar Rp729,68 miliar, meningkat 2,20% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp714,00 miliar.

Pencapaian tersebut menunjukkan resiliensi bisnis IPCM dalam menjaga pertumbuhan di tengah meningkatnya tekanan eksternal, antara lain kenaikan harga minyak dunia yang berdampak pada biaya operasional kapal. Di tengah tantangan tersebut, Perseroan tetap mampu mempertahankan pertumbuhan pendapatan melalui penguatan efektivitas operasional, peningkatan produktivitas armada, optimalisasi layanan, serta sinergi yang berkelanjutan dalam ekosistem Pelindo Group.

Kontributor utama pendapatan IPCM masih berasal dari jasa pelayanan kapal yang mencapai Rp704,27 miliar atau sekitar 96,52% dari total pendapatan Perseroan. Segmen ini didukung oleh pertumbuhan pendapatan jasa penundaan yang meningkat 3,94% secara tahunan (Year on Year/YoY) menjadi sebesar Rp664,42 miliar.

Selain itu, beberapa segmen bisnis turut menunjukkan pertumbuhan positif, antara lain pendapatan jasa pelayanan kapal pada Pelabuhan Umum (Pelum) yang meningkat 6,54% YoY menjadi Rp326,53 miliar, pendapatan dari Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS) tumbuh 11,42% YoY menjadi Rp139,90 miliar, serta pendapatan jasa pengangkutan dan layanan lainnya meningkat 7,89% YoY menjadi Rp25,42 miliar.

Perseroan juga melihat prospek pertumbuhan yang positif pada segmen Terminal Khusus (Tersus), seiring meningkatnya aktivitas kepelabuhanan, termasuk rencana layanan kunjungan kapal asing dari salah satu perusahaan raksasa pelayaran global yaitu mother vessel berukuran Handymax/Supramax (150-200 Meter) sampai dengan Panamax (>250 Meter) secara reguler 3-4 Call Per Bulan di Pelabuhan Patimban. Perkembangan tersebut diharapkan kapal-kapal Container besar yang berkunjung di Pelabuhan Tanjung Priok dapat juga bersandar di Pelabuhan Patimban serta dapat membuka peluang peningkatan permintaan atas layanan pemanduan dan penundaan kapal yang menjadi kompetensi utama IPCM.

Direktur Utama PT Jasa Armada Indonesia Tbk, Shanti Puruhita, menyampaikan bahwa Semester I 2026 merupakan periode yang penuh tantangan bagi industri maritim. Meski demikian, IPCM mampu mempertahankan pertumbuhan pendapatan dan menjaga keberlangsungan operasional secara optimal.

"Kenaikan harga energi global memberikan tekanan terhadap biaya operasional industri pelayaran. Namun demikian, IPCM tetap mampu menjaga pertumbuhan pendapatan melalui peningkatan efektivitas operasional, optimalisasi utilisasi armada, serta penguatan sinergi dengan Pelindo Group. Hal ini mencerminkan ketahanan model bisnis Perseroan dalam menghadapi dinamika eksternal," ujar Shanti.

Dari sisi pengembangan pasar, kontribusi segmen captive market Pelindo terus mengalami penguatan dengan kontribusi mencapai 63,92% terhadap total pendapatan, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 60,51%. Hal ini menunjukkan efektivitas sinergi dalam ekosistem Pelindo Group sekaligus memperkuat posisi IPCM sebagai penyedia layanan marine yang terpercaya.

Fundamental keuangan Perseroan juga tetap terjaga dengan baik. Hingga akhir Juni 2026, total aset IPCM meningkat 2,32% dibandingkan posisi akhir tahun 2025 menjadi Rp1,75 triliun, sementara aset lancar tumbuh 4,79% menjadi Rp1,06 triliun. Kondisi tersebut menunjukkan kemampuan Perseroan dalam menjaga likuiditas, mendukung kebutuhan operasional, serta menyediakan ruang bagi pengembangan usaha secara berkelanjutan.

Konsisten Memberikan Nilai Tambah bagi Pemegang Saham
Komitmen IPCM dalam memberikan nilai tambah kepada pemegang saham juga tercermin dari keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 23 Juni 2026 yang menyetujui penggunaan laba tahun buku 2025 sebesar Rp196,44 miliar untuk pembagian dividen final sebesar Rp125,51 miliar atau sekitar 63,90% dari laba bersih, dengan nilai sebesar Rp23,75 per lembar saham yang telah didistribusikan pada 24 Juli 2026.