Ditopang Produksi Panas Bumi, Pertumbuhan PGE (PGEO) Meningkat
:
0
Ilustrasi PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. (PGEO). Dok. Pertamina Geothermal Energy.
EmitenNews.com - PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. (PGEO) mencatat peningkatan pertumbuhan. Emiten bidang eksplorasi, eksploitasi, dan produksi panas bumi itu, membukukan laba bersih sebesar USD79,605 juta pada semester I-2026.
Pertumbuhan sebesar 15,48% secara tahunan (year-on-year/YoY) itu, ditopang peningkatan produksi listrik panas bumi dan keandalan operasional pembangkit.
Bagusnya, pendapatan perseroan juga naik 14,7% menjadi USD235,027 juta dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Dalam keterangannya seperti dikutip Sabtu (1/8/2026), Direktur Keuangan PGE, Fransetya Hasudungan Hutabarat, mengatakan pertumbuhan tersebut mencerminkan konsistensi perseroan dalam menjalankan strategi bisnis yang efektif dan berkelanjutan.
Pertumbuhan pendapatan juga tercermin pada laba bersih Perseroan yang naik 15,48 persen secara tahunan menjadi USD79,605 juta. Hal itu ditopang oleh pertumbuhan produksi dan keandalan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP), serta keuntungan selisih kurs yang positif.
Total produksi PGE sepanjang semester I-2026 mencapai 2.745 gigawatt hour (GWh), meningkat 13,62 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 2.416 GWh"
"Pertumbuhan yang kami catatkan di kuartal ini bukan sekadar angka di atas kertas. Ini adalah bekal bagi PGE untuk terus memperluas manfaat panas bumi bagi masyarakat sekaligus mendorong transisi energi nasional,” ujar Fransetya Hasudungan Hutabarat.
Total Produksi Listrik Panas BUMI PGE Capai 2.745 GWh
Data yang ada menunjukkan, sepanjang semester I-2026, total produksi listrik panas bumi PGE mencapai 2.745 GWh atau meningkat 13,62% dibandingkan 2.416 GWh pada periode yang sama tahun lalu.
Sementara itu, laba bersih perseroan menunjukkan akselerasi pada kuartal II-2026, dari USD43,899 juta pada kuartal I menjadi akumulasi USD79,605 juta hingga akhir Juni 2026.
Related News
Emiten Unggas (AYAM) Transaksi Aset, Nilai Capai Rp70 Miliar
Masuknya Djarum & Tren 5G Menyengat Reli Saham BACH, Ini Kata Pengamat
Emiten Harry Tanoe (BHIT) Melesu, Laba Bersih Anjlok 52 Persen
ASLC Bidik Penjualan di Caroline Tembus Rp1T, Digitalisasi Jadi Kunci
Pendapatan Naik, PYFA Pangkas Rugi Hingga 99,4 Persen Per Juni 2026
TPIA Jelaskan Penurunan Laba, H1-2025 Didorong Keuntungan Sekali Saja





