EmitenNews.com - PT Sinar Eka Selaras Tbk. (ERAL) menutup sembilan bulan pertama 2026 dengan kinerja penjualan (sales) tercatat Rp6,21 triliun, naik 44,76% YoY dari Rp4,29 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Dalam terbitan laporan keuangan interim terbaru pada hari Selasa (27/10/2026), beban pokok penjualan ERAL terpantau tertekan naik 44,32% YoY menjadi Rp5,08 triliun dari Rp3,52 triliun, namun laba bruto tetap tumbuh 46,50% YoY menjadi Rp1,12 triliun dari Rp764,45 miliar.

Laba usaha turut terdongkrak 69,49% YoY menjadi Rp301,05 miliar dari Rp177,63 miliar, dan laba sebelum pajak yang melaju menjadi 60,25% YoY menjadi Rp275,15 miliar dari Rp171,69 miliar.

Laba yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk mencapai Rp193,83 miliar hingga 9M26, naik 55,10% YoY dari Rp124,98 miliar, dengan laba per saham dasar (EPS) naik 55,12% YoY menjadi Rp37,37 dari Rp24,09.

Investment Analyst Stockbit, Amara Beatrice, turut mengomentari pertumbuhan tersebut ditopang oleh lonjakan segmen otomotif ERAL.

"Pertumbuhan laba ditopang oleh lonjakan pendapatan, yang didorong oleh segmen automotive yang naik 354% YoY," ujar Amara.

Ia menambahkan pergeseran kontribusi kini terlihat jelas, "Segmen automotive kini menjadi segmen terbesar dengan kontribusi sekitar 40% dari total pendapatan versus 3Q25 sekitar 13%, sementara segmen accessories melanjutkan tren penurunan kontribusi menjadi 33% versus 3Q25 sebesar 57%."

Menurutnya, akselerasi tersebut mencerminkan ramp-up distribusi XPeng, dengan wholesales kumulatif selama 8M26 mencapai 2.291 unit, terakselerasi pada Agustus 2026 dengan penjualan mencapai 609 unit.

Perbaikan margin juga menjadi penopang, "Margin laba kotor pada 3Q26 meningkat tipis ke level 18,2%, naik 20 bps YoY, ditopang oleh perbaikan margin laba kotor pada segmen automotive ke 13,3% versus 3Q25 sebesar 9,6%."

Dari sisi neraca, total aset per 30 September 2026 tercatat Rp3,67 triliun, naik 19,16% YTD dari Rp3,08 triliun per 31 Desember 2025. Total liabilitas naik 33,33% YTD menjadi Rp1,76 triliun dari Rp1,32 triliun, sementara total ekuitas naik 8,52% YTD menjadi Rp1,91 triliun dari Rp1,76 triliun.