EmitenNews.com - PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) membukukan laba bersih sebesar Rp194 miliar pada kuartal III 2026, meningkat 13,9% dibandingkan Rp170 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, pendapatan bersih Perseroan mencapai Rp1,3 triliun, tumbuh 12,0% dibandingkan Rp1,1 triliun pada kuartal III 2025.

Secara kumulatif, hingga akhir September 2026, Perseroan mencatatkan laba bersih sebesar Rp640 miliar, melampaui laba bersih sepanjang tahun 2025 sebesar Rp620 miliar. Sejalan dengan pencapaian tersebut, Perseroan meningkatkan target laba bersih tahun 2026 dari di atas Rp700 miliar menjadi di atas Rp800 miliar, sebagaimana telah diumumkan pada Juli 2026.

Direktur Utama IMPC, Haryanto Tjiptodihardjo menerangkan akan terus mencermati perkembangan kondisi pasar dengan mengoptimalkan efisiensi operasional guna memitigasi tekanan biaya serta menjaga profitabilitas perseroan.

“Memasuki kuartal IV 2026, kami mencermati sejumlah tantangan yang berpotensi menekan margin laba kotor Perseroan, antara lain kenaikan kembali harga bahan baku, pelemahan nilai tukar Rupiah, peningkatan biaya logistik baik untuk distribusi domestik maupun pengiriman ekspor, serta kenaikan suku bunga diiringi dengan melemahnya daya beli masyarakat,” kata Haryanto dalam siaran pers, Selasa (27/10/2026).

Selain itu, pada Oktober 2026, Perseroan mengumumkan pembagian dividen interim sebesar Rp273,4 miliar, setara dengan Rp5 per saham, sebagai bagian dari komitmen Perseroan dalam memberikan nilai tambah kepada para pemegang saham.