EmitenNews.com - Pemegang saham PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) telah sepakat dengan usulan pembagian dividen total Rp229 per saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang digelar Perseroan pada Jumat, 17 April 2026.

Dalam keterbukaan informasi, Selasa (21/4/2026), manajamen AUTO menguraikan, keputusan pembayaran dividen sebesar Rp229 per saham yang dibagikan sebagai dividen tunai total sebesar Rp1,103 triliun atau sekitar 50% dari laba bersih Perseroan tahun buku 2025.

Besaran dividen tersebut telah termasuk di dalamnya dividen interim sebesar Rp284, 364 miliar atau Rp59 per saham yang telah dibayarkan pada 24 Oktober 2025.

Selanjutnya, sisa dividen sebesar Rp819,354 miliar atau sebesar Rp170 per saham, akan dibayarkan pada 18 Mei 2026 kepada Pemegang Saham Perseroan yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan pada tanggal 29 April 2026

Sementara, sisa Laba Bersih yang belum ditetapkan penggunaannya dibukukan sebagai laba ditahan Perseroan. Perseroan juga menyatakan tidak menetapkan cadangan khusus mengingat jumlah minimal cadangan khusus yang dipersyaratan dalam pasal 70 UU PT telah terpenuhi.

Jadwal dan Tata cara Pembagian Dividen Tunai Final Tahun Buku 2025

Tanggal Pelaksanaan RUPS: 17 April 2026
Laporan hasil RUPS disertai ringkasan risalah RUPS: 21 April 2026
Jadwal Pembagian Dividen melalui IDXnet: 21 April 2026
Cum dividen di Pasar Reguler dan Negosiasi: 27 April 2026
Ex dividen di Pasar Reguler dan Negosiasi: 28 April 2026
Cum dividen di Pasar Tunai: 29 April 2026
Ex dividen di Pasar Tunai: 30 April 2026
Recording Date yang berhak atas dividen 29 April 2026
Pembayaran Dividen Rp170 per saham: 18 Mei 2026

Dalam RUPST tersebut, pemegang saham juga menerima pengunduran diri Hamdani Dzulkarnaen Salim dari jabatannya sebagai Presiden Direktur serta pengunduran diri dari Gidion Hasan dari jabatannya sebagai Presiden Komisaris berlaku efektif sejak ditutupnya Rapat.

Selanjutnya, disetujui pengangkatan Yusak Kristian Solaeman sebagai Presiden Direktur Perseroan, Thomas Junaidi Alim. W sebagai Presiden Komisaris, serta Gidion Hasan sebagai Komisaris Perseroan yang baru, untuk masa jabatan sejak ditutupnya Rapat ini sampai dengan penutupan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Perseroan pada 2027.