EmitenNews.com - Investor strategis nasional asal Jambi bernama Djoni kembali membuat gebrakan di pasar modal. Djoni kini resmi memiliki saham Multi Garam Utama (FOLK) sebesar 5,09 persen atau setara dengan 201 juta lembar. Berdasar data Bursa Efek Indonesia, FOLK juga melaporkan adanya perubahan struktur pemegang saham ini efektif per 9 Januari 2026.

Sebelumnya, FOLK kerap dikaitkan dengan kehadiran sosok Rahayu Saraswati Djojohadikusumo yang saat ini menjabat sebagai komisaris utama sejumlah entitas pada ekosistem sama, yaitu Perintis Properti (TRIN) dan Trining Dinamik (TRUE). Selain itu, pasar juga diramaikan ekspektasi potensi masuknya grup konglomerasi besar dalam struktur pemegang saham FOLK beberapa waktu ke depan. 

Dalam konteks tersebut, akumulasi saham oleh Djoni dipandang pelaku pasar sebagai sinyal strategis selaras dengan ekspektasi tersebut. Sosok Djoni dikenal luas sebagai investor strategis dengan pendekatan berbasis fundamental, disiplin kapital, serta orientasi jangka panjang. Ia secara aktif mencermati kualitas manajemen, arah ekspansi bisnis, dan kesiapan korporasi dalam menciptakan nilai tambah. 

Portofolio saham milik Djoni antara lain seperti saham Surge (WIFI), dan TRUE. Kepemilikan saham Djoni di FOLK secara kolektif dipandang sebagai kepercayaan terhadap prospek pertumbuhan jangka panjang perseroan, dan juga sinyal memperkuat indikasi terhadap potensi masuknya investasi dari group konglomerat besar ke dalam FOLK. 

Sejalan dengan masuknya investasi strategis tersebut, serta penguatan harga saham FOLK dalam beberapa pekan terakhir, dinamika ini dipandang memberikan keyakinan yang semakin solid bahwa Perseroan berada pada fase lanjutan dalam memperkuat fondasi, panggung, dan ekosistem yang kondusif bagi pelaksanaan ekspansi berskala lebih besar. Kondisi ini menempatkan FOLK pada posisi yang semakin siap untuk menginisiasi langkah-langkah korporasi strategis ke depan, sekaligus memperkuat struktur permodalan. 

Namun hingga berita ini diturunkan, belum terdapat pernyataan resmi dari manajemen terkait kebenaran rumor masuknya grup konglomerat maupun potensi aksi korporasi lanjutan.

Beberapa lama lalu perseroan melakukan aksi korporasi Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) dengan menerbitkan maksimal 394,81 juta saham baru atau setara dengan 10 persen. Yang mana diputuskan dalam RUPSLB pada 12 Desember 2025. Dengan aksi korporasi tersebut dan perubahan struktur pemegang saham ini turut mendorong peningkatan porsi saham publik, dengan free float FOLK tercatat di kisaran 28,15 persen.

FOLK sebagai investment holding company kini memiliki portfolio investasi di perusahaan diantara lain Folkative, Finfolk, Dr Soap, USS Networks, R66 Media, Otospector, serta Sequoia Hills. Sequoia hills merupakan project property milik TRIN. (*)