EmitenNews.com -PT Era Media Sejahtera Tbk (DOOH) menandatangani tiga nota kesepahaman (MOU) dengan tiga perusahaan asal Tiongkok pada Senin (19/10). Ketiga kesepakatan tersebut menjawab tiga kebutuhan dasar industri pusat data kecerdasan buatan (AI data centre), yaitu pasokan energi, pembangunan fasilitas, dan pengguna kapasitas.

Ketiga MOU tersebut adalah:

  • Energi: MOU dengan Jiangxi Jiusheng International Electric Power Engineering Co., Ltd. ("Jiangxi Jiusheng") untuk pengadaan peralatan dan material proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas hingga 2.000 MW (2 GW) yang dibangun secara bertahap, dimulai dengan tahap awal 300 MWac/390 MWp, termasuk fasilitas interkoneksi jaringan.
  • Pembangunan: MOU dengan China Construction Third Engineering Bureau Group Co., Ltd. ("CSCEC Third Bureau") untuk pembangunan AI data centre berkapasitas hingga 1,6 GW secara bertahap di Jawa Barat, dimulai dengan tahap awal berkapasitas IT 50 MW.
  • Penyewa: MOU dengan Gome FinTech Asset Management Holdings Limited ("GOME FinTech") sebagai dasar rencana sewa kapasitas IT AI data centre sebesar 50 MW, yang direncanakan diserahkan secara bertahap hingga 2027.

"AI membutuhkan tiga hal sekaligus, yaitu energi, fasilitas, dan pengguna. Melalui tiga MOU ini, Perseroan mulai merangkai ketiganya dalam satu ekosistem," ujar Ma Lei, Authorized Representative DOOH.

PLTS hingga 2 GW sebagai sumber energi bersih

Penandatanganan MOU dengan Jiangxi Jiusheng dilakukan oleh Ma Lei, Authorized Representative DOOH, dan Li Guofan, Chief Executive Officer Jiangxi Jiusheng. Ruang lingkup kerja sama meliputi pengadaan peralatan pembangkit, material, dan fasilitas interkoneksi jaringan untuk proyek PLTS yang dikembangkan Perseroan di Indonesia.

Proyek PLTS ini direncanakan mencapai kapasitas hingga 2.000 MW (2 GW) dan dibangun secara bertahap. Tahap awal berkapasitas 300 MWac/390 MWp menjadi fondasi pasokan energi terbarukan, sementara tahap berikutnya akan menyesuaikan pertumbuhan kebutuhan daya. Dengan skala tersebut, energi dan kapasitas pusat data dapat tumbuh beriringan.

PLTS ini akan menunjang kebutuhan listrik AI data centre yang akan dibangun Perseroan. Pusat data AI membutuhkan pasokan daya dalam jumlah besar dan berkelanjutan, sementara penyewa global kian mensyaratkan energi terbarukan untuk memenuhi target emisi mereka. Dengan PLTS milik sendiri, Perseroan dapat menawarkan kapasitas pusat data yang didukung energi bersih sekaligus memperkuat kepastian pasokan listrik.

Kampus AI data centre hingga 1,6 GW di Jawa Barat

MOU dengan CSCEC Third Bureau ditandatangani oleh Ma Lei, Authorized Representative DOOH, dan Liu Peng, Deputy Party Secretary dan General Manager CSCEC Third Bureau. Ruang lingkupnya meliputi koordinasi desain, manajemen konstruksi, serta pekerjaan mekanikal, elektrikal, dan plumbing (MEP).

Dengan skala hingga 1,6 GW, fasilitas ini dirancang sebagai kampus AI data centre berskala hyperscale yang dibangun bertahap sesuai pertumbuhan permintaan. Pekerjaan MEP merupakan inti pembangunan pusat data AI, karena server berkepadatan tinggi membutuhkan sistem pendingin dan distribusi daya yang jauh lebih kompleks dibanding pusat data konvensional. Jawa Barat dipilih karena dekat dengan Jakarta sebagai pusat permintaan layanan digital nasional, serta didukung jaringan serat optik dan infrastruktur kelistrikan yang matang.