Drop 78,94 Persen, Laba INCO 2024 Sisa USD57,76 Juta
:
0
Logo Vale Indonesia. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Vale Indonesia (INCO) sepanjang 2024 mengemas laba bersih USD57,76 juta. Anjlok 78,94 persen dari episode akhir tahun sebelumnya sejumlah USD274,33 juta. Dengan hasil itu, laba per saham dasar dan dilusian terjun bebas menjadi USD0,0056 dari USD0,0276.
Pendapatan USD950,38 juta, drop 22,76 persen dari posisi sama tahun sebelumnya USD1,23 miliar. Beban pokok pendapatan USD824,16 juta, berkurang dari periode akhir 2023 senilai USD885,24 juta. Laba kotor tercatat USD108,22 juta, melorot 68,81 persen dari fase sama tahun sebelumnya USD347,02 juta.
Beban usaha USD38,25 juta, bengkak dari periode sama tahun sebelumnya USD22,15 juta. Pendapatan lainnya USD3,71 juta, melonjak signifikan dari USD823 ribu. Beban lainnya USD9,87 juta, susut dari USD23,53 juta. Laba usaha terakumulasi senilai USD63,82 juta, merosot 78,87 persen dari USD302,15 juta.
Bagian laba bersih dari entitas asosiasi USD57 ribu, naik dari USD21 ribu. Kerugian atas pengakuan nilai wajar aset derivatif USD19,94 juta, bengkak dari surplus USD24,69 juta. Keuntungan atas pengakuan nilai wajar investasi pada saham USD1,34 juta dari nihil. Pendapatan keuangan USD36,19 juta, naik dari USD35,75 juta.
Biaya keuangan USD7,42 juta, susut dari USD10,09 juta. Laba sebelum pajak penghasilan USD74,06 juta, longsor dari episode sama akhir tahun sebelumnya USD352,52 juta. Beban pajak penghasilan USD16,29 juta, berkurang dari USD78,18 juta. Laba tahun berjalan USD57,76 juta, drop dari akhir 2023 senilai USD274,33 juta.
Jumlah ekuitas terakumulasi USD2,73 miliar, melejit dari akhir tahun sebelumnya USD2,56 miliar. Total liabilitas tercatat USd443,75 juta, bengkak dari fase akhir 2023 sebesar USD361,46 juta. Jumlah aset USD3,17 miliar, mengalami lompatan dari edisi akhir tahun sebelumnya USD2,92 miliar. (*)
Related News
CINT Bagi Dividen Rp13,8 M, Setara Rp13,8 per Saham
Trisula Textile (BELL) Bagi Dividen Setara 86,4 Persen Laba 2025
Era Baru Matahari, Ini Tujuan LPPF Beralih Nama Jadi MDS Retailing
Efek Rangkap Jabatan, TINS Lepas Direktur Pengembangan Usaha
BDMN Ngebut Dua Hari, Ini Fakta di Balik Isu Merger dan Valuasi Murah
Waskita Karya Garap Jembatan Rp1,02 T, Hubungkan Kotabaru-Tanah Bumbu





