DSSA Raup Rp794M Dari Jual 28 Juta Saham Buy Back, Sisanya Masih Jumbo
:
0
Ilustrasi emiten energi dan infrastruktur tergabung dalam Grup Sinar Mas, Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA)
EmitenNews.com - PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) melaporkan realisasi pengalihan saham hasil program pembelian kembali saham (buy back) yang dilakukan pada 2023. Hingga 31 Desember 2025, Perseroan telah mengalihkan sebanyak 24,815 juta saham treasury.
Dalam keterbukaan informasi yang disampaikan Jumat, 9 Januari 2026, manajemen DSSA menyebutkan bahwa pengalihan saham hasil buy back tersebut menghasilkan dana sebesar Rp794,08 miliar bagi Perseroan.
Meski demikian, hingga akhir Desember 2025, jumlah saham hasil buy back yang belum dialihkan masih tergolong besar, yakni sebanyak 1.516.238.270 saham. Sepanjang periode pelaksanaan program buy back pada 2023, DSSA tercatat mengakumulasi total 1.541.053.270 saham dari pasar.
Corporate Secretary DSSA, Susan Chandra, menegaskan bahwa Perseroan tidak mencatatkan kerugian dari hasil penjualan atau pengalihan saham-saham treasury tersebut.
Sebagai informasi, pemegang saham terbesar sekaligus pengendali DSSA adalah PT Sinar Mas Tunggal yang menggenggam sebanyak 4,62 miliar saham atau setara 59,9 persen kepemilikan.
Sementara itu, saham treasury hasil buy back mencapai 1,516 miliar saham atau sekitar 19,7 persen dari total saham DSSA. Adapun kepemilikan publik tercatat sebanyak 1,573 miliar saham dengan porsi 20,42 persen.
Perusahaan energi dan infrastruktur yang tergabung dalam grup Sinar Mas itu juga mencatat adanya penambahan jumlah pemegang saham sepanjang Desember 2025. Hingga akhir tahun lalu, jumlah pemegang saham Perseroan meningkat 172 pihak menjadi total 4.762 pemegang saham.
Related News
BLES Bagi Dividen Rp16,8 Miliar, Cum Date 18 Juni 2026
KIJA Lunasi Senior Notes USD185,85 Juta, Jadwal Dividen 10 Persen Laba
Cek 12 Saham Emiten Cum Dividend Hari Ini (15/6), Ada BBCA sampe KIJA
TAMA Mendadak Batal Jual Aset Rp64,5 Miliar di Jaksel, Simak Alasannya
Pendapatan Ambles 51 Persen, OASA Masih Rugi Rp42,78 Miliar di 2025
Jatuh Tempo 4 Juli, Mandiri Amankan Dana Rp1,95T Lunasi Green bond





