EmitenNews.com - Dua petinggi Astra International (ASII) memperbesar porsi kepemilikan saham raksasa otomotif tersebut. Itu dibuktikan dengan menyerok 2,3 juta lembar. Aksi pembelian telah ditahbiskan pada 27 Februari 2026 & 2 Maret 2026. 

Transaksi akumulasi dua dedengkot Astra tersebut dilakukan dengan kisaran harga pelaksanaan Rp6.550-6.631 per helai. Menyusul skema harga tersebut, dua pengurus teras dipaksa merogoh dana sejumlah Rp15,14 miliar. 

Dua pentolan terlibat dalam aksi pembelian saham Astra tersebut yaitu FXL Kesuma alias Frans Kesuma, dan Gidion Hasan. Pertama, Frans Kesuma pada 27 Februari 2026 menjala 400.000 lembar Rp6.600 per saham senilai Rp2,64 miliar. Pada 2 Maret 2026, mengemas 1.200.000 saham dengan harga Rp6.550 per lembar sebesar Rp7,86 miliar.

Dengan pelaksanaan transaksi itu, koleksi saham Astra dalam genggaman Frans Kesuma menjadi 3,8 juta helai setara 0,0094 persen dari sebelumnya 2,2 juta saham alias 0,0054 persen. Selanjutnya, Gidion Hasan pada 27 Februari 2026, menyerap 700.000 lembar pada harga Rp6.631 per eksemplar senilai Rp4,64 miliar. 

Oleh sebab itu, koleksi saham Astra dalam pangkuan Gidion Hasan menjadi 6,76 juta helai alias 0,0167 persen, naik dari sebelumnya 6,06 juta lembar atau setara 0,015 persen. Sepanjang perdagangan kemarin, saham Astra menyusuri zona merah. Itu setelah terkoreksi 25 poin alias 0,40 persen menjadi Rp6.275 per lembar. 

Dengan demikian, sepanjang satu bulan terakhir alias secara year to date, saham dengan sandi ASII tersebut telah terpangkas 525 poin alias 7,72 persen dibanding edisi 2 Januari 2026 di level Rp6.800 per eksemplar. Selanjutnya, apakah saham Astra akan rebound? (*)