Duduki Papan Bergengsi Pasar OTC, Ini Reaksi Bos MEDC
Sakakemang PSC blok migas garapan Medco Energi. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Medco Energi Internasional (MEDC) mengungkap Sponsored American Depositary Receipts (ADR) perseroan telah diperdagangkan di OTCQX® Best Market dengan sandi saham MDCOY. Langkah itu, merupakan pencapaian penting dalam strategi pasar modal Medco Energi.
Melalui inisiatif itu, perseroan menyediakan akses efisien, dan terstruktur bagi investor ekuitas Amerika Serikat (AS) untuk memperdagangkan saham perseroan melalui platform teregulasi, dan transparan.
Roberto Lorato, CEO Medco Energi, menyebut Medco Energi sebagai emiten Indonesia pertama tercatat di papan perdagangan OTCQX Best Market. Oleh karena itu, Medco Energi terus meningkatkan visibilitas, dan aksesibilitas bagi investor internasional.
”Data dan fakta tersebut memperkuat basis investor kami, meningkatkan likuiditas bagi pemegang saham kami di Bursa Efek Indonesia, dan mendukung strategi penciptaan nilai jangka panjang perseroan,” tegas Lorato.
OTCQX Best Market memungkinkan perusahaan tercatat di bursa internasional yang memenuhi syarat, untuk memanfaatkan pelaporan pasar asal dalam menyediakan informasi keuangan mudah diakses oleh investor Amerika Serikat. Perusahaan tercatat di OTCQX harus memenuhi standar keuangan tinggi, menerapkan praktik tata kelola baik, dan mematuhi peraturan pasar modal berlaku.
OTCQX Best Market dikenal sebagai papan perdagangan untuk perusahaan-perusahaan internasional berkualitas telah tercatat di bursa asalnya. OTCQX Best Market level tertinggi di jajaran pasar OTC. So, Medco Energi melangkahi Pink® market, dan OTCQB market dengan menempati papan paling bergenggsi OTCQX. (*)
Related News
Surplus 101,96 Persen, BBKP Toreh Laba Bersih Rp124,9 Miliar
Melesat 41 Persen, Laba SSMS Sentuh Rp1,16 Triliun
Lewati Target 2025, Laba Bersih IMPC Naik 15 Persen ke Rp620 Miliar
RUPST Bank Mega (MEGA) Setujui Dividen Rp2T dan Saham Bonus Rp5,87T
INET Reorganisasi Kerja Sama dengan Group WIFI dari IJE ke JIA
BREN Akhiri Buyback Satu Bulan Lebih Cepat, Ini Alasannya





