Eastspring Bidik Ekspansi, Nasabah, dan AUM Naik Double Digit di 2026
Potret Presiden Direktur Eastspring Investment Indonesia, Sulystari saat diwawancarai media pada Rabu (21/1/2026). Foto: EmitenNews.com/Aji.
EmitenNews.com - PT Eastspring Investments Indonesia, manajer investasi yang berafiliasi dengan grup Prudential ini memperkuat fokus ekspansi regional–nasional, sebagai bagian dari strategi pertumbuhan nasabah dan dana kelolaan (Asset Under Management/AUM) pada 2026.
Ekspansi ini dilakukan melalui perluasan kerja sama distribusi dengan perbankan nasional maupun pemanfaatan platform fintech.
Presiden Direktur Eastspring Investment Indonesia, Sulystari menjelaskan, “Kalau untuk ekspansi tentu saja kita ingin menambah jaringan, kita kerjasama dengan banyak sekali bank, dan beberapa bank tersebut punya cabangnya di Sumatera, di Aceh, di Medan, di Palembang, dan di kota-kota besar terutama. Di luar itu sebenarnya produk kita ditawarkan juga kepada Fintech online.”
Sulystari mengungkap produk reksa dana perseroan saat ini telah dipasarkan melalui sejumlah bank mitra yang memiliki jaringan cabang di luar Pulau Jawa, termasuk di Aceh, Medan, Palembang, dan kota-kota besar lain terkhusus di Sumatra. Bank mitra tersebut antara lain BCA, Standard Chartered, DBS, Bank Permata, hingga Maybank. Selain jalur perbankan, distribusi produk juga diperkuat melalui sebaran di platform fintech online.
Seiring perluasan komersial tersebut, Eastspring menargetkan pertumbuhan jumlah nasabah tetap berada pada kisaran dua digit setiap tahunnya di kancah regional seperti pulau Sumatra.
Secara nasional, Eastspring memproyeksikan pertumbuhan jumlah nasabah nasional pada 2026 berada di kisaran 3–5 persen, seiring strategi selektif bertumpu pada fokus kualitas dana kelolaan atau AUM.
Menengok sisi aset kelolaan, tertakar sepanjang 2025, Eastspring telah membukukan dana kelolaan yang meningkat 22,3 persen menjadi Rp72,7 triliun, dengan jumlah investor tumbuh 9 persen.
Sulsystari tetap mematok target pertumbuhan dana kelolaan hingga dua digit, sekitar 10 persen, meski mengakui capaian AUM sangat dipengaruhi oleh kondisi pasar, tidak hanya dari sisi subscription tetapi juga pergerakan harga aset investasi.
Untuk menopang target tersebut, Sulystari tetap mengandalkan dua produk utama, “Di 2026, kami tetap fokus pada dua tipe produk, yaitu fixed income dan yang kedua mixed asset. Multi aset kami juga ada yang di dalam maupun luar negeri, jadi kami antisipasi ekonomi Indonesia.”
Sebagai catatan, Fund Factsheet Eastspring IDR Fixed Income Fund Kelas A per 30 Desember 2025, sebesar 96,01% aset dalam produk ini merupakan obligasi dan 3,99% pasar uang. Daftar 10 kepemilikan terbesar dalam produk ini didominasi oleh Obligasi Negara fixed rate.
Dalam reksa dana campuran, Eastspring memiliki produk Eastspring Syariah Mixed Asset Fund Kelas A. Sejak diluncurkan pada Juli 2025, produk ini telah mengelola dana senilai Rp 14,84 miliar. Beberapa aset dalam produk ini antara lain SBSN dan saham berbasis syariah.
Dengan kombinasi produk defensif dan optimal, Eastspring optimistis dapat menjaga pertumbuhan di tengah dinamika pasar keuangan sepanjang 2026.
Related News
IHSG Tersungkur 1,36 Persen, Hanya Dua Sektor Bertahan
Enam Saham jadi Anggota Baru Pemantauan Khusus, Ini Daftarnya!
Tsunami Darat Sumatra, Eastspring–WWF Tekankan Restorasi Pascabencana
IHSG Ambruk 1,24 Persen ke 9.021 di Sesi I, Tertekan Sektor Industrial
Perluas Inklusi Keuangan, BNI Hadirkan agen46 hingga Pelosok Kota Bima
Menperin: Sertifikasi Halal Bagian Dari Upaya Tingkatkan Daya Saing





