EDGE Patenkan Go Private, Pengendali Proses Buyback Harga Premium
:
0
Ilustrasi pangkalan data sebagai bisnis menjanjikan era digital. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Indonet (EDGE) menyudahi kiprah pasar modal segera terwujud. Itu menyusul rencana go private, delisting, dan pembatalan pencatatan (delisting) saham dari Bursa Efek Indonesia mendapat restu para pemodal. Izin investor itu meluncur dalam rapat umum pemegang saham tahunan, luar biasa, dan independen pada 22 April 2026.
Pada rapat akbar itu, investor dengan suara bulat mendukung penuh langkap perseroan cabut dari pasar modal nasional. Dukungan suara itu mencapai 96,49 persen atau selevel dengan 153,99 juta pemilik suara sah. Presentase tingkat kuorum kehadiran mencapai 96,56 persen.
Proses Buyback Harga Premium
Sebagai bagian dari proses go private, Digital Edge (Hong Kong) Ltd selaku pemegang saham pengendali akan melaksanakan penawaran tender sukarela untuk membeli saham publik. Digital Edge berencana membeli maksimal 159.598.500 saham atau 7,90 persen dari modal disetor sebelum proses delisting dilakukan.
Harga tender sukarela ditetapkan Rp11.500 per eksemplar. Indonet mengklaim harga itu, merefleksikan premi 141,2 perssen dibanding harga rata-rata tertinggi harian saham EDGE selama 90 hari terakhir sebelum pengumuman rencana go private, delisting, dan pembatalan pencatatan yaitu Rp4.768 per helai.
Penawaran premium tersebut ditujukan untuk memberikan opsi keluar menarik bagi pemegang saham publik. Sebagai bagian integral dari go private itu, terhitung sejak 10 Februari 2026, saham perseroan tidak mengorbit dijagat pasar modal indonesia.
Alasan Go Private
Perseroan menyodorkan sejumlah alasan, tujuan go private, dan delisting. Yaitu, sebagai bagian dari grup digital edge bidang infrastruktur digital, termasuk pusat data (data center), dan serat optik (fiber optic), perseroan harus berbenah. Meski sektor ini terus bertumbuh, tingkat persaingan menjadi makin ketat.
Oleh karena itu, kegiatan usaha grup butuh integrasi mulus antarperusahaan untuk menyederhanakan proses pengambilan keputusan, melaksanakan rencana investasi jangka panjang, memfasilitasi penyelarasan strategis yang mungkin tidak dapat dilakukan secara optimal dalam kerangka regulasi, dan kepatuhan sebagai perusahaan terbuka.
Saham Tidak Aktif
Related News
Saham Ngegas Ini Digembok Perdana
Proses Go Private, Segini Kinerja EDGE Kuartal I 2026
Pengendali Baru INPS, GIG Persada Proses Tender Wajib Saham Publik
Perkuat Modal, Jasuindo (JTPE) Buyback Saham Rp200 MiliarĀ
KEJU Tabur Dividen 50 Persen dari Laba, Cum Date 29 April 2026
Trimitra (BLOG) Raup Laba Rp36,55 M, Naik 25,51 Persen Kuartal I 2026





