Efek Kejut BI Rate, IHSG Siap Jebol 5.850
:
0
Seseorang berjalan di depan teras Bursa Efek Indonesia. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 7,57 persen menjadi 5.746. Seluruh sektor menguat. Lonjakan terbesar saham sektor basic material 9,97 persen. Di luar jadwal Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) harusnya dilakukan pekan depan, BI menaikkan BI Rate 25 basis points (bps) menjadi 5,5 persen.
Tindakan itu, cukup mendapat apresiasi positif pasar. Di mana, Rupiah menguat 0,65 persen menjadi Rp18.065 per dolar Amerika Serikat (USD). Secara teknikal, setelah sehari sebelumnya sempat ditutup di bawah MA200 monthly, IHSG berbalik menguat, dan ditutup di atas level tersebut.
Secara chart harian, IHSG juga ditutup di atas level MA5, dan sekaligus menutup gap up terbentuk sehari sebelumnya. Stochasctic RSI membentuk golden cross di area oversold. IHSG diperkirakan bergerak pada kisaran 5.600-5.850. BI memandang perlu menempuh langkah-langkah lanjutan untuk memperkuat stabilitas nilai tukar Rupiah.
Itu dengan meningkatkan imbal hasil, dan sejumlah insentif lain sebagai upaya menggiring masuk aliran investasi asing. Stabilisasi nilai tukar Rupiah dilakukan agar ketahanan ekonomi Indonesia tetap terjaga, dan target inflasi tahun 2026 dan 2027 tetap tercapai. Selain itu, BI juga menaikkan struktur bunga SRBI bertenor 6,9, dan 12 bulan.
Kemudian, melakukan pemberian insentif berupa penurunan tingkat hedging swap bagi investor asing 10 persen. Selain itu, BI juga membuka kembali window lelang instrumen repo untuk tenor 3,6,9 dan 12 bulan bagi perbankan, meningkatkan intensitas operasi moneter Rupiah, dan valas untuk memperkuat stabilisasi Rupiah.
DPR telah melakukan koordinasi dengan sejumlah institusi seperti Danantara, BPJS Ketenagakerjaan, PT Taspen (Persero), dan Bank Himbara untuk menyiapkan langkah strategis merespon dinamika pasar modal. Salah satu opsi dibahas rencana buyback saham bank-bank BUMN tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Menilik data itu, Phintraco Sekuritas menyarankan para investor untuk mengoleksi sejumlah saham andalan berikut. Yaitu, Bank BRI (BBRI), Bank Negara Indonesia (BBNI), Vale Indonesia (INCO), Barito Pacific (BRPT), dan Timah (TINS). (*)
Related News
IHSG Dibuka Melemah 1 Persen Usai Ngamuk 7,57 Persen, Tapi Naik Lagi
IHSG Makin Kinclong, Serap Saham BBCA, TLKM, BRIS, dan TINS
Usai Menguat 7,5 Persen, IHSG Akan Uji Area Ini
Smartfren Tegaskan Transformasi Brand dan Perkuat Positioning
IHSG Terbang 7,5 Persen! Emiten Prajogo dan Big Banks Pimpin Rebound
IPOT Dorong Literasi Finansial dan AI untuk Kaula Muda





