Ekosistem Kendaraan Listrik Belum Optimal, Bank Masih Berat Biayai
EmitenNews.com - Berbagai upaya dilakukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk mendorong pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia. Salah satunya dengan mengeluarkan surat edaran yang mengimbau sektor perbankan mendukung pertumbuhan industri otomotif dan program percepatan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB).
Namun Ketua OJK Mahendra Siregar meminta pemerintah membangun mekanisme yang baik dan menyeluruh. Agar kendaraan listrik tersebut dapat tersedia untuk digunakan dalam kehidupan sehari-hari, dan semakin terjangkau harganya.
“Dalam pelaksanaannya kami pun melihat masih belum optimal. Karena antara lain ekosistemnya belum cukup baik untuk perawatan dan operasionalisasinya,” kata Mahendra dalam pantauan daring di acara OJK Mengajar 2022, Jumat (14/10).
Selain itu, semestinya ekosistem untuk kendaraan listrik bermotor dibangun lebih luas dari produksi mobil. Sehingga ada nilai investasi yang dapat mengundang investor untuk bekerja sama dalam memproduksi yang berskala besar.
"Peran OJK dalam mendukung ekosistem kendaraan bermotor listrik berbasis baterai. Sehingga kita bisa meningkatkan lebih tinggi lagi nilai tambah yang diraih secara nasional,” katanya.
OJK menyebut, saat ini belum ada perusahaan yang mau memberikan perlindungan asuransi buat kendaraan listrik di Indonesia. Pasalnya, Indonesia membangun ekosistem Industri kendaraan listrik yang belum merata.
“Pada saat kami melakukan berbagai kebijakan untuk insentif fasilitasi ternyata banyak yang mengeluh. Kalau kami berikan dari bank atau badan lembaga pembiayaan insentif untuk peminjaman, agak sulit pak. Karena nanti pada saat kendaraannya sudah tidak dipakai lagi dan dijual, harganya merosot bisa sampai 50% bahkan lebih. Nanti tidak ada harga jualnya kembali untuk kami, sebagai kreditur agak berat,” ungkapnya.(fj)
Related News
Pasar Masuk Fase Distribusi, Mirae Sarankan Cermati Saham Defensif
IHSG Bangkit! Saham Industri dan Konsumer Jadi Motor Penguatan
MAMI Caplok Schroders Indonesia, Dana Kelolaan Gabungan Nyaris Rp180T
Menghijau, IHSG Sesi I (1/4) Melejit 1,45 Persen ke 7.150
Harga Referensi CPO Periode April 2026 Naik, HPE Kakao Turun
Meski Harga Tak Naik, Pertamina Ajak Masyarakat Hemat BBM





