Ekspansi Kredit, Bank MNC (BABP) Sodorkan Izin Right Issue 13,5 Miliar Lembar

EmitenNews.com - Bank MNC International (BABP) berencana menggeber right issue maksimal 13.503.665.292 helai alias 13,5 miliar eksemplar. Penerbitan saham baru itu setara dengan 28,57 persen dari modal disetor setelah pelaksanaan right issue. Saham anyar itu, dibalut nilai nominal Rp50.
Seluruh dana yang diperoleh dari penambahan modal dengan skema hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) itu, setelah dikurangi biaya-biaya emisi, seluruhnya akan digunakan oleh perseroan untuk pemberian kredit dengan tetap memperhatikan ketentuan Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM).
Rencana penambahan modal dengan skema HMETD itu diharap dapat memperkuat struktur permodalan. Dengan begitu, dapat menambah kemampuan untuk meningkatkan kegiatan usaha, kinerja, dan daya saing dalam industri yang sama terutama era digital saat ini. Dengan peningkatan kinerja, dan daya saing, diharap dapat meningkatkan imbal hasil nilai investasi bagi seluruh pemegang saham perseroan.
Menyusul dengan limpahan sejumlah saham baru yang diterbitkan melalui penambahan modal dengan skenario HMETD, bagi pemegang saham yang tidak ikut berpartisipasi akan mengalami penurunan (dilusi) kepemilikan saham secara proporsional sesuai dengan jumlah saham baru yang diterbitkan yaitu sebanyak-banyaknya 28,57 persen setelah penambahan modal dengan HMETD.
Rencana itu, akan dimintakan persetujuan dari pemegang saham dalam RUPSLB pada Kamis, 19 Oktober 2023 pukul 10.00 – selesai, di iNews Tower Lantai 3. Jl. Kebon Sirih No. 17-19. Jakarta Pusat 10340. Investor berhak ikut rapat dengan nama tercatat dalam daftar pemegang saham pada 26 September 2023 pukul 16.00 WIB. (*)
Related News

Pengendali IDPR Belum Berhenti Borong Saham, Ada Apa?

Emiten TP Rachmat (ASSA) Cetak Laba Melonjak di 2024

Nusa Raya Cipta (NRCA) Bukukan Pendapatan Rp3,3T Sepanjang 2024

Penjualan Oke, Laba ENAK 2024 Tergerus 16 Persen

Melejit 708 Persen, Pendapatan BEEF 2024 Sentuh Rp4,93 Triliun

Rugi Menipis, Emiten Sri Tahir (SRAJ) 2024 Defisit Rp542 Miliar