EmitenNews.com - PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) semakin dekat mencapai kapasitas pembangkit panas bumi di atas 1 gigawatt (GW) setelah proyek-proyek ekspansi berjalan sesuai rencana. Sejalan dengan itu, emiten energi terbarukan ini membukukan pertumbuhan pendapatan dan laba yang solid pada semester I-2026.

BREN mencatat pendapatan konsolidasian sebesar USD334 juta hingga akhir Juni 2026, meningkat 11,5% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. EBITDA juga naik 13,1% menjadi USD293 juta dengan margin EBITDA membaik menjadi 87,6%.

Laba bersih setelah pajak melonjak 29% menjadi USD106 juta, ditopang peningkatan laba operasional dan penurunan beban keuangan. Perseroan juga memperkuat struktur permodalannya dengan rasio utang bersih terhadap ekuitas (net debt to equity) turun menjadi 1,73 kali dari 1,87 kali pada akhir 2025.

CEO Barito Renewables, Hendra Soetjipto Tan, mengatakan kinerja semester pertama didukung operasi panas bumi yang stabil, pembangkitan listrik dari portofolio angin yang tetap kuat, serta rampungnya proyek retrofit Wayang Windu pada awal tahun.

"Keberhasilan penyelesaian proyek retrofit Wayang Windu semakin meningkatkan kinerja operasional portofolio panas bumi kami. Hasil ini mencerminkan ketangguhan aset operasional serta konsistensi dalam mengeksekusi strategi pertumbuhan Perseroan," ujarnya dalam siaran resmi, Kamis (30/7/2026).

Setelah proyek retrofit tersebut selesai, kapasitas terpasang panas bumi BREN meningkat menjadi 926 MW. Perseroan kini melanjutkan pengembangan sejumlah proyek utama, yakni Salak Unit 7, Wayang Windu Unit 3, dan retrofit Darajat Unit 3, yang ditargetkan mendorong kapasitas panas bumi melampaui 1 GW pada akhir 2026.

Manajemen menilai kombinasi keunggulan operasional dan disiplin dalam menjalankan proyek-proyek ekspansi brownfield akan memperkuat posisi BREN sebagai salah satu perusahaan energi terbarukan terdepan di Indonesia sekaligus mendukung transisi energi nasional.