Eksplorasi, ANTM Ludeskan Anggaran Rp245,76 Miliar
:
0
Dua petugas lapangan tengah melakukan pengecekan data survei emas perseroan. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Aneka Tambang (ANTM) sampai 31 Desember 2025 menghabiskan biaya eksplorasi Rp245,76 miliar. Kegiatan eksplorasi fokus pada komoditas emas, nikel dan bauksit. Dana itu terserap sepanjang kuartal IV 2025.
Kegiatan eksplorasi emas dilaksanakan di Pongkor, Jawa Barat. Di wilayah Pongkor, kegiatan dilakukan berfokus pada kegiatan pengeboran bawah tanah (underground drilling), pengeboran permukaan (surface drilling), pemetaan geologi, dan pengambilan conto.
Eksplorasi nikel di Konawe Utara, dan Pomalaa, Sulawesi Tenggara. Selain itu, kegiatan eksplorasi juga dilaksanakan pada IUP entitas anak Ausaha yaitu Sumberdaya Arindo (PT SDA), di Buli, Maluku Utara. Di Konawe Utara, kegiatan antara lain pengeboran single tube, pemetaan geologi, pengukuran grid, percontoan core, geofisika resistivity, dan analisis laboratorium.
Di Pomalaa, kegiatan dilakukan antara lain pengeboran single tube, pemetaan geologi, percontoan core, dan analisis laboratorium. Sedang eksplorasi di daerah Buli oleh SDA, antara lain meliputi pengeboran single tube, pemetaan geologi, pengukuran grid, dan percontoan. Eksplorasi bauksit di daerah Tayan, Landak dan Mempawah - Toho, Kalimantan Barat.
Di Tayan, kegiatan dilakukan yaitu pembuatan sumur uji (test pit), pemetaan geologi, percontoan, dan analisis kimia. Di Landak, kegiatan dilakukan antara lain identifikasi lahan, pembuatan sumur uji, pemetaan, dan percontoan. Sedang di Mempawah - Toho, kegiatan dilakukan yaitu sumur uji, pemetaan geologi, percontoan, dan analisis kimia.
Antam melalui Unit Geomin melaksanakan kegiatan eksplorasi mineral terintegrasi meliputi aktivitas survei area, eksplorasi geologi, eksplorasi geofisika, survei geodesi, pengeboran, pengujian analisa fisik dan kimia, perhitungan cadangan dan sumb erdaya mineral yang didukung dengan sistem informasi geografis terintegrasi. Kegiatan eksplorasi dilaksanakan untuk memastikan kecukupan potensi sumberdaya, dan cadangan mineral strategis perusahaan. (*)
Related News
Bank Permata (BNLI) Raih DPK Rp189 Triliun, Ada Penurunan 1,9 Persen
Prihatin! Rugi AirAsia Indonesia jadi Rp1,45T, Melonjak 85,95 Persen
Kinerja Meningkat, Laba Bersih Bank OCBC NISP (NISP) Rp2,7 Triliun
Medio 2026, RMKO Catat Pertumbuhan Pendapatan 89,1 Persen
Astra (ASII) Catat Laba Rp17,15T, Aset Naik 1,6 Persen Semester I 2026
Bisnis Bank Raya Menguat, Didukung Produk Digital Inovatif





