EMAS Absen Dividen, Fokus Benahi Manajemen dan Kejar IPO Global
:
0
kondisi tambang ?PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS). DOK/ISTIMEWA
EmitenNews.com -PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) memacu langkah strategis di tahun 2026. Meski masih mencatatkan kinerja keuangan yang menantang pada tahun buku 2025, Perseroan resmi melakukan perombakan besar di jajaran manajemen, mengamankan fasilitas kredit jumbo, hingga mematangkan rencana melantai di Bursa Efek Hong Kong.
- RUPST: Absen Dividen dan Perombakan Manajemen Standar Global
Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar 22 April 2026, pemegang saham menyetujui keputusan untuk tidak membagikan dividen. Hal ini disebabkan oleh posisi saldo laba ditahan Perseroan yang masih mencatatkan angka negatif sebesar USD61,49 juta per akhir 2025.
Selain itu, RUPST menjadi momentum transformasi tata kelola dengan menyelaraskan kepemimpinan sesuai standar industri pertambangan global. Perseroan mengangkat direksi baru dengan spesialisasi teknis dan finansial yang kuat:
- Nicholas John Green (Direktur): Pakar manajemen proyek Asia Tenggara.
- Barend Johannes Nicolaas Knoetze (Direktur): Ahli teknis eksplorasi emas dan tembaga.
- Suryadinata Tanu (Direktur): Spesialis keuangan dan pajak sektor pertambangan.
Di level Dewan Komisaris, EMAS memperkuat fungsi pengawasan dengan menghadirkan tokoh-tokoh internasional, termasuk John Mackay McCulloch Williamson (Chairman London Metal Exchange) dan Jona Widhagdo Putri (Penasihat Khusus Ketua Dewan Ekonomi Nasional RI) sebagai Komisaris Independen.
- Kinerja Keuangan 2025: Pendapatan Anjlok, Beban Membengkak
Tahun 2025 menjadi periode yang berat bagi EMAS secara operasional. Berdasarkan laporan keuangan audited:
- Pendapatan: Merosot tajam 92,4% menjadi USD131,96 ribu, terutama karena hilangnya kontribusi jasa sewa alat berat dari pihak berelasi, PT Puncak Emas Tani Sejahtera.
- Beban Usaha: Melonjak signifikan 769,7% menjadi USD9,48 juta, dipicu biaya pengembangan komunitas dan jasa profesional.
- Rugi Bersih: Membengkak 114,9% menjadi USD27,29 juta, dari tahun sebelumnya sebesar USD12,70 juta.
- Amankan Fasilitas Kredit USD150 Juta
Untuk mendukung keberlanjutan usaha dan belanja modal, EMAS telah menandatangani perjanjian fasilitas kredit senilai US$150 juta pada 10 April 2026. Pinjaman dengan tenor 12 bulan ini berasal dari konsorsium perbankan besar, yakni:
- Kasikornbank Public Company Limited
- Bank Central Asia (BCA) — juga bertindak sebagai agen fasilitas.
- Bank CIMB Niaga
- Bank Danamon Indonesia
- Bank Maspion
Pinjaman ini memiliki bunga marjin 2% per tahun di atas suku bunga acuan majemuk. Transaksi ini tergolong material karena mencapai 39,38% dari ekuitas Perseroan. Dana tersebut akan difokuskan untuk membiayai belanja modal (Capex) dan operasional grup, termasuk pengembangan Tambang Emas Pani.
- Ekspansi Pasar Modal: Menuju Bursa Hong Kong
Seiring dengan penguatan modal, EMAS menegaskan keseriusannya untuk mencatatkan saham di The Stock Exchange of Hong Kong. Perseroan telah menyampaikan Application Proof (draft prospektus) pada 20 Maret 2026.
Langkah dual listing ini diharapkan dapat meningkatkan eksposur EMAS terhadap investor global, meningkatkan likuiditas, dan memberikan akses pendanaan yang lebih luas di pasar internasional.
Catatan Redaksi: Perombakan manajemen ini juga menandai kembalinya Albert Saputro, David Thomas Fowler, dan Adi Adriansyah Sjoekri ke peran strategis di level induk usaha, PT Merdeka Copper Gold Tbk, guna mengoptimalkan sinergi di dalam Grup Merdeka.
Related News
Saham WIFI Resmi Masuk Indeks LQ45 ,IDX 80 dan SMinfra18
ARGO Bangun Gudang J&T Rp120M, Kantongi Kontrak Jumbo 10 Tahun
Merah Total! IHSG Anjlok 3 Persen Lebih di Akhir Pekan
Akuisisi Jumbo! Investor Hong Kong Bidik Kendali Puri Sentul (KDTN)
Vale (INCO) Kantongi Amunisi Nyaris Rp13T untuk Ekspansi Tahun Ini!
Damai Investama Pangkas Kepemilikan saat TRJA Fokus Pacu Ekspansi





