Emas Bertahan di Atas USD4.100 Karena Data Tenaga Kerja AS Lemah
:
0
emas batangan. (Doc)
EmitenNews.com - Harga emas dunia bertahan di atas USD 4.100 per ons pada Jumat setelah melonjak dua persen akibat rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang berada di bawah ekspektasi pasar.
Berdasarkan data dari Trading Economics, komoditas logam mulia ini kokoh di zona hijau setelah pada sesi perdagangan sebelumnya mencatatkan kenaikan signifikan lebih dari 2 persen. Lonjakan harga komoditas global tersebut dipicu oleh rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) yang melemah, sehingga memicu para trader untuk segera mengurangi taruhan mereka pada kenaikan suku bunga bank sentral Federal Reserve.
Laporan ekonomi menunjukkan bahwa pasar tenaga kerja AS hanya menambah sebanyak 57.000 pekerjaan sepanjang bulan Juni. Capaian tersebut merupakan jumlah terendah dalam empat bulan terakhir dan berada jauh di bawah perkiraan pasar sebesar 110.000 pekerjaan, sementara tingkat pengangguran bertahan pada posisi 4,2 persen. Data ini memperkuat laporan pada hari Rabu lalu yang memperlihatkan pertumbuhan lapangan kerja di sektor swasta juga berada di bawah ekspektasi.
Melemahnya sektor ketenagakerjaan ini langsung mengubah proyeksi kebijakan moneter di tingkat global. Kontrak berjangka dana Fed saat ini menunjukkan kemungkinan sekitar 50 persen untuk kenaikan suku bunga pada bulan September mendatang, turun dari posisi 67 persen sebelum data pekerjaan terbaru dirilis. Di sisi lain, Ketua Fed Kevin Warsh menyatakan minggu ini bahwa "ekspektasi inflasi sedang moderat," sambil menegaskan kembali komitmen bank sentral untuk tetap menjaga stabilitas harga.
Selain faktor kebijakan The Fed, harga emas mendapatkan dukungan tambahan dari penurunan harga minyak dunia serta meredanya kekhawatiran inflasi global. Kondisi ini terjadi saat jalur pengiriman komersial melalui Selat Hormuz terus pulih di tengah kemajuan dalam pembicaraan bilateral antara AS dan Iran.
Perkembangan harga emas dunia yang bertahan di level tinggi USD 4.100 per ons ini menjadi perhatian penting bagi para investor di Indonesia. Fluktuasi komoditas safe haven internasional ini berpotensi memberikan sentimen kuat terhadap pergerakan harga emas batangan domestik serta dinamika nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
Related News
Sektor Swasta Singapura Tumbuh Pesat pada Juni 2026
Saham Semikonduktor AS Anjlok Lagi, Dow Jones Cetak Rekor
Berinvestasi di PFII, Menkeu Siapkan Kemudahan Imigrasi Hingga Pajak
4 Marketplace jadi Pemungut PPh Pedagang Online, Cek Uraian Tugasnya
China Suspend 19 Eksportir Sarang Burung Walet RI, Barantin Bertindak!
Realisasi Pajak Masih di Bawah Target APBN, 45 Persen dari Rp2.357,7T





