EmitenNews.com - Sektor swasta Singapura mencatatkan peningkatan pertumbuhan signifikan pada Juni 2026 yang didorong oleh lonjakan pesanan baru domestik, berdasarkan laporan Purchasing Managers' Index (PMI) dari S&P Global.

Indeks PMI gabungan Singapura dilaporkan naik menjadi 57,4 pada Juni 2026 dari angka 56,7 pada Mei. Angka di atas 50 ini menandakan adanya perbaikan dan ekspansi yang kuat dalam kondisi operasional di negara tetangga Indonesia tersebut.

Berdasarkan data dari Finance.BigGo.com, perluasan ini dipicu oleh pertumbuhan berkelanjutan pada pesanan baru berkat kuatnya permintaan domestik. Meski demikian, pertumbuhan output justru melambat hingga menyentuh level terendah dalam 10 bulan terakhir. Selisih antara kapasitas output dan lonjakan pesanan baru ini menyebabkan penumpukan pekerjaan (backlog) yang cukup signifikan di berbagai perusahaan.

Menanggapi tumpukan pekerjaan tersebut, perusahaan-perusahaan di Singapura mulai memperluas jumlah tenaga kerja mereka. Langkah ini sekaligus mengakhiri tren pemangkasan hubungan kerja (PHK) yang sempat terjadi selama dua bulan berturut-turut sebelumnya.

Selain menambah karyawan, perusahaan juga meningkatkan aktivitas pembelian untuk membangun inventaris input. Hal tersebut memicu kenaikan tajam pada stok pra-produksi. Di sisi lain, para pemasok atau vendor dinilai mampu mengimbangi ritme permintaan ini, yang dibuktikan dengan perbaikan waktu pengiriman selama tiga bulan berturut-turut.

Namun, survei juga mencatat adanya tantangan pada sisi biaya. Inflasi biaya secara keseluruhan mencapai tingkat tertinggi baru dalam sejarah survei ini. Lonjakan tersebut terjadi akibat pertumbuhan upah karyawan yang lebih kuat, yang melampaui efek perlambatan inflasi pada harga pembelian barang.

Meski menghadapi tekanan inflasi upah, sentimen pelaku usaha di Singapura tetap positif. Kepercayaan bisnis untuk prospek 12 bulan ke depan tercatat meningkat secara mencolok.

Pertumbuhan ekonomi Singapura ini kerap menjadi indikator penting bagi Indonesia. Sebagai salah satu mitra dagang terbesar dan sumber investasi asing utama bagi Indonesia, dinamika aktivitas sektor swasta di Singapura diproyeksikan turut memengaruhi stabilitas arus dagang dan ekonomi di kawasan Asia Tenggara.(*)