Emiten EBT Grup Astra (ARKO) Tuai Laba Meningkat 52,9 Persen di 2025
Proyek PLTA Cikopo 7,4 MW garapan emiten ARKO. Foto: Istimewa.
EmitenNews.com - Emiten energi terbarukan PT Arkora Hydro Tbk (ARKO) membukukan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp63,90 miliar pada tahun 2025, meningkat 52,9 persen secara Year on Year (YoY) dibandingkan Rp41,79 miliar pada 2024.
Berdasarkan laporan keuangan yang dirilis Senin (9/3), pertumbuhan laba tersebut ditopang oleh peningkatan pendapatan serta kinerja operasional pembangkit listrik tenaga air milik perseroan.
Sepanjang 2025, pendapatan ARKO tercatat Rp343,32 miliar, tumbuh 43,7 persen YoY dibandingkan Rp238,91 miliar pada 2024.
Peningkatan kinerja operasional didukung oleh produksi listrik yang mencapai 151,8 MWh sepanjang 2025, tumbuh 56,1 persen YoY seiring mulai beroperasinya proyek Yaentu serta curah hujan yang lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya.
Sejalan dengan kenaikan pendapatan, beban pokok pendapatan meningkat 40,6 persen YoY menjadi Rp253,60 miliar dari sebelumnya Rp180,34 miliar. Kendati demikian, laba kotor perseroan melonjak 53,2 persen YoY menjadi Rp89,71 miliar dibandingkan Rp58,57 miliar pada tahun sebelumnya.
Perseroan juga mempercepat pengembangan sejumlah proyek pembangkit listrik tenaga air.
Presiden Direktur ARKO, Aldo Artoko, turut menyatakan bahwa, “Dengan semakin banyak proyek pembangkit yang diselesaikan, kami yakin dapat terus menjaga komitmen untuk menerangi Indonesia berbasis energi bersih sekaligus menjalankan bisnis secara berkelanjutan.”
Proyek Kukusan 2 berkapasitas 5,4 MW di Lampung mulai beroperasi secara komersial pada Februari 2026, sementara Proyek Tomoni berkapasitas 10 MW di Sulawesi Selatan telah mencapai progres konstruksi 58,8 persen pada 2025 dengan target penyelesaian pada akhir tahun ini.
Dari sisi profitabilitas, laba sebelum pajak atau EBITDA tercatat Rp59,96 miliar, melesat 183,9 persen YoY dari Rp21,12 miliar pada 2024.
Lalu, posisi keuangan perseroan juga menunjukkan ekspansi. Total aset ARKO mencapai Rp1,69 triliun per akhir Desember 2025, naik sekitar 29,0 persen YoY dari Rp1,31 triliun pada akhir 2024. Kemudian, total liabilitas meningkat 36,0 persen YoY menjadi Rp1,18 triliun, dibandingkan Rp867,72 miliar pada tahun sebelumnya.
Sebagaimana diketahui, pada September 2025 ARKO memperoleh Perjanjian Jual Beli Listrik (PPA) untuk Proyek Pongbembe berkapasitas 20 MW dari PT PLN (Persero) dengan masa kontrak selama 30 tahun setelah proyek mulai beroperasi yang ditargetkan pada 2030.
Beriringan dengan terbitnya pembukuan keuangan tahun penuh 2025 ini, pada perdagangan Senin (9/3) saham ARKO tercatat menguat 8,7 persen naik 500 poin ke level Rp6.250.
Related News
Akuisisi 59,24 Persen DPUM, Rama Indonesia Kantongi Hasil Uji Tuntas
Dividen Jumbo Rp13T BNI (BBNI) Disetujui, Yield Tembus 8,1 Persen!
WMPP Ungkap Gugatan PKPU Anak Usaha Berakhir Damai
RISE Tambah Proyek Baru dan Perkuat Manajemen untuk Ekspansi 2026
Bank of India (BSWD) Tunjuk Presiden Komisaris & Direktur Bisnis Baru
Dorong Substitusi Impor, TPIA Tingkatkan Produksi MTBE dan Butene-1





