Emiten Gita Wirjawan Cetak Revenue Stagnan, Kontrak Baru Jadi Andalan
:
0
Kegiatan peledakan di area tambang oleh PT Ancora Indonesia Resources Tbk (Foto: OKAS)
EmitenNews.com - PT Ancora Indonesia Resources Tbk (OKAS) mengantongi kontrak baru jasa peledakan tambang senilai total sekitar USD67 juta, di tengah pendapatan sembilan bulan 2026 yang masih relatif stagnan. Kontrak tersebut mencakup layanan peledakan tambang terbuka dan tambang bawah tanah, dengan pelaksanaan hingga 2029 dan 2030 untuk kontrak tambang terbuka.
Dalam keterbukaan informasi, Senin (26/10/2026), perseroan melaporkan pendapatan konsolidasian atau revenue senilai USD121,49 juta selama Januari–September 2026, relatif sama dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Meski demikian, pendapatan pada kuartal III-2026 meningkat 14% dibandingkan kuartal sebelumnya.
Bisnis bahan kimia dan bahan peledak untuk pertambangan menjadi kontributor utama dengan porsi sekitar 96% dari total pendapatan. Di dalamnya, pendapatan bisnis solusi peledakan tumbuh 10% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Dari sisi profitabilitas, laba bruto sembilan bulan mencapai USD30,92 juta, dengan margin laba bruto sebesar 25%. Sementara itu, EBITDA tercatat USD19,32 juta, naik 27% secara kuartalan. Laba periode berjalan mencapai USD6,76 juta.
Direktur Utama OKAS Ratno “Ale” Paskalis Hendrawan menyebut kontrak peledakan baru dan rencana pengoperasian pabrik booster menjadi bagian dari upaya memperluas bisnis perseroan dalam jangka menengah.
Dua kontrak tambang terbuka yang diperoleh perseroan memiliki nilai masing-masing USD11 juta di Kalimantan Timur dan USD49 juta di salah satu tambang besar di Indonesia. Selain itu, OKAS memperoleh kontrak jasa peledakan tambang bawah tanah senilai sekitar USD7 juta per tahun dari perusahaan tambang non-batubara.
Perseroan juga tengah membangun pabrik booster di Handil, Kalimantan Timur. Fasilitas tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada kuartal II-2027 untuk memenuhi kebutuhan internal sekaligus melayani penjualan kepada pihak ketiga, termasuk pasar ekspor.
Dari sisi neraca, per 30 September 2026, OKAS mencatat total aset USD158,82 juta dan ekuitas USD62,43 juta. Total liabilitas mencapai USD96,40 juta, dengan saldo kas USD7,71 juta. Perseroan melaporkan rasio net gearing 0,47 kali dan rasio lancar 1,42 kali.
Manajemen memandang prospek hingga akhir 2026 dan sepanjang 2027 masih ditopang aktivitas pertambangan nasional serta peluang memperluas pemasaran amonium nitrat ke sektor di luar pertambangan, termasuk pertanian.
Sebagai informasi, mantan Menteri Perindustrian RI, Gita Wirjawan merupakan pemilik manfaat akhir atau ultimate beneficial owner OKAS yang menguasai kepemilikan 38,69% melalui PT Multi Berkat Energi
Related News
PTRO Ungkap Transaksi Afiliasi, Ada Jual Beli Kapal Rp5,46 Miliar
KIJA Andalkan Bisnis Infrastruktur, Dukung Pertumbuhan Jangka Panjang
Pacu Transformasi, PP Properti Rombak Susunan Direksi
MBSS Raih Kontrak Angkut 500.000 MT Material per Bulan Selama 5 Tahun
IHSG Siang (26/10) Tertekan, Asing Net Sell Rp1,14T di Saham Big Bank
BREN Rampungkan Retrofit PLPT Darajat, Target 1 GW Makin Dekat





