EmitenNews.com - Sanurhasta (MINA) paruh pertama 2026 mengemas laba bersih Rp248,82 juta. Melambung 113 persen dari episode sama tahun lalu dengan koleksi rugi Rp1,9 miliar. Menyusul hasil positif itu, laba per saham dasar emiten properti asuhan Happy Hapsoro tersebut menjadi Rp0,03 dari sebelumnya minus Rp0,29.

Pendapatan bersih Rp4,12 miliar, mengalami lonjakan tipis 6,73 persen dari periode sama tahun lalu Rp3,86 miliar. Beban pokok pendapatan Rp1,51 miliar, mengalami penyusutan dari edisi sama tahun sebelumnya Rp1,66 miliar. Laba kotor terkumpul Rp2,6 miliar, mengalami peningkatan dari Rp2,19 miliar.

Beban penjualan dan pemasaran Rp733,9 juta, bertambah dari Rp707,72 juta. Beban umum dan administrasi Rp4,11 miliar, susut dari Rp3,44 miliar. Penghasilan usaha lainnya Rp15,1 juta, berkurang dari Rp48,27 juta. Rugi usaha tercatat Rp2,23 miliar, bengkak dari Rp1,9 miliar.

Total ekuitas Rp250,61 miliar, bertambah dari akhir tahun sebbelumnya Rp250,36 miliar. Defisit Rp36,9 miliar, berkurang dari Rp37,15 miliar. Jumlah liabilitas Rp3,04 miliar, berkurang signifikan dari akhir tahun lalu Rp12,33 miliar. Total aset Rp253,65 miliar, susut dari akhir 2025 senilai Rp262,69 miliar.

Sepanjang perdagangan kemarin, saham MINA bertengger di level Rp272. Melorot 6 poin alias 2,16 persen dari akhir pekan lalu. Sejak awal tahun 2026, saham MINA terpangkas 184 poin atau 40,35 persen dari edisi 2 Januari 2026 di kisaran Rp456. Kapitalisasi pasar MINA Rp2,68 triliun dengan price eerning ratio 445,47 kali. (*)