EmitenNews.com - Emiten Hary Tanoe, PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN) didepak dari MSCI Small Cap Index pada Mei 2026 lalu. Meski begitu, emiten yang bergerak di usaha media dan hiburan di lingkungan MNC Group mencatatkan kinerja positif di semester I 2026.

Sepanjang paruh pertama 2026, MSIN mengantongi pendapatan sebesar Rp2,00 triliun, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp1,82 triliun. Meski terdapat kenaikan di sisi beban pokok pendatapan hingga beban penjualan, hingga beban umum dan administrasi, MSIN masih menutup medio 2026 dengan laba bersih meningkat.

Di paruh pertama 2026 ini, MSIN mencetak laba bersih sebesar Rp284,3 miliar, naik dibandingkan tahun lalu yang sebesar Rp241,3 miliar.

Capaian itu juga terlihat dalam laporan arus kas konsolidasian, di mana MSIN membukukan penerimaan kas dari pelanggan sebesar Rp2,01 triliun. Tumbuh 33,4% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp1,51 triliun.

Karena penerimaan yang naik, kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi MSIN pun melonjak 284,7% menjadi Rp236,13 miliar. Jauh dibandingkan capaian tahun sebelumnya sebesar Rp61,38 miliar.

Di sisi investasi, MSIN fokus mengalokasikan dana untuk pembelian aset tak berwujud dan aset konten masing-masing senilai Rp78,60 miliar dan Rp25,21 miliar. Adapun total kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi mencapai Rp113,45 miliar.

Lalu dari sisi pendanaan, MSIN mencatatkan pengeluaran kas bersih sebesar RP16,73 miliar untuk pembayaran utang bank jangka panjang, serta kewajiban pinjaman lainnya.

Di akhir, MSIN membukukan kenaikan bersih kas dan setara kas sebesar Rp105,95 miliar. Alhasil, posisi kas dan setara kas akhir periode MSIN paruh pertama 2026 naik menjadi Rp795,10 miliar, menguat 43,9% dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar Rp552,36 miliar.

Lalu menilik neraca, total aset MSIN tercatat sebesar Rp8,59 triliun tumbuh, naik dari periode akhir tahun 2025 sebesar Rp8,43 triliun. Liabilitas tercatat sebesar Rp1,51 triliun, turun dari Rp1,58 triliun dan ekuitas tercatat meningkat menjadi Rp7,08 triliun dari sebelumnya Rp6,85 triliun.

Pada perdagangan intraday Rabu (12/8), saham MSIN terokreksi 0,53% atau turun 2 poin.