EmitenNews.com - PT Hasnur Internasional Shipping Tbk. (HAIS) membukukan laba bersih Rp18,9 miliar pada semester I 2026. Capaian itu turun 46% dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebesar Rp35,0 miliar.

Pendapatan semester I 2026 tercatat Rp372,3 miliar, turun 14,4% YoY dari Rp434,9 miliar. Namun secara kuartalan, kinerja Perseroan menunjukkan pemulihan. Laba bersih kuartal II 2026 mencapai Rp18,9 miliar, melonjak 490,6% dibandingkan Rp3,2 miliar pada kuartal I 2026. Pendapatan kuartal II juga naik 128,5% QoQ menjadi Rp162,9 miliar.

Direktur Keuangan HAIS, Rickie, mengatakan perbaikan kinerja kuartal II merupakan hasil dari strategi operasional yang dijalankan sejak awal tahun.

"Kami melihat adanya perbaikan kinerja pada kuartal kedua dibandingkan awal tahun. Dalam kondisi pasar yang masih dinamis, fokus kami bukan semata mengejar volume, tetapi memastikan setiap aktivitas operasional dapat memberikan kontribusi yang sehat terhadap profitabilitas dan arus kas. Karena itu, kami semakin selektif dalam menentukan rute, mengoptimalkan utilisasi armada, serta menjaga disiplin biaya," ujar Rickie.

Profitabilitas HAIS di semester I 2026 tercatat dengan Gross Margin 19,3%, EBITDA Margin 21,3%, dan Net Margin 5,1%. Laba bersih per saham atau EPS berada di level Rp7,20 per lembar.

Di tengah kondisi industri yang menantang, arus kas operasi HAIS hingga akhir Juni 2026, arus kas bersih dari aktivitas operasi mencapai Rp72,23 miliar, naik 6,30% dibandingkan Rp67,95 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Beban usaha semester I 2026 tercatat Rp33,36 miliar, turun 24,39% dari Rp44,12 miliar pada periode yang sama tahun lalu. 

Dari sisi neraca, kas HAIS per Juni 2026 sebesar Rp84,3 miliar. Total aset mencapai Rp1.579,5 miliar dengan total ekuitas Rp831,5 miliar. Rasio Debt to Equity berada di 0,68x.

"Bagi kami, kemampuan menghasilkan arus kas merupakan salah satu indikator penting dalam menjaga kualitas kinerja. Di tengah penyesuaian pendapatan, arus kas operasi justru tetap tumbuh," tambah Rickie. ***