Emiten Unggas (WMUU) Pangkas Rugi 71 Persen, Beban Masih Membengkak
:
0
Atap pabrik Widodo Makmur Unggas telah memakai panel surya. Foto: WMUU
EmitenNews.com - Emiten unggas, PT Widodo Makmur Unggas Tbk (WMUU) mengemas penjualan Rp491,05 miliar pada semester I 2026, melonjak 62,95 persen dari periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp301,36 miliar. Akan tetapi, lonjakan itu juga diiringi dengan beban pokok penjualan yang membengkak 53,77 persen menjadi Rp487,20 miliar dari Rp316,84 miliar.
Meski penjualan melonjak hampir 63 persen, kenaikan beban pokok penjualan, beban usaha, dan beban keuangan masih menekan profitabilitas perseroan. Kendati demikian, rugi sebelum pajak berhasil dipangkas 40,07 persen menjadi Rp28,86 miliar dari sebelumnya Rp48,16 miliar.
Sementara itu, rugi bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp13,73 miliar, membaik 71,40 persen dari rugi Rp48,01 miliar. Efeknya juga terasa pada rugi per saham dari sebelumnya rugi Rp3,71 per helai kini menjadi Rp1,06 per helai.
Hal itu makin dikuatkan dari laporan cashflow WMUU, di mana terdapat lonjakan penerimaan kas dari pelanggan. Naik 64,14 persen dari Rp295,29 miliar di tahun 2025, menjadi Rp484,69 miliar pada semester I 2026. Namun, pembayaran kas kepada pemasok dan subkontraktor hampir sama besarnya. Di mana pada semester I 2026 tercatat Rp459,22 miliar membengkak 64,41 persen dari Rp279,34 miliar.
Tekanan juga tampak dari pembayaran pajak dan pembayaran bunga yang juga naik. Alhasil, kas bersih dari sisi aktivitas operasi mencatatkan lonjakan defisit Rp824,7 juta dari sebelumnya Rp56,32 juta.
Dari sisi investasi, WMUU juga terpantau gencar meningkatkan capex dengan menggelontorkan Rp3,69 miliar untuk perolehan aset tetap. Jumlah itu meningkat 458,32 persen dari tahun sebelumnya sebesar Rp660,9 juta.
Sedangkan dari aktivitas pendanaan, terdapat penerimaan utang lain-lain sebesar Rp5,39 miliar, sehingga di akhir, posisi kas bersih diperoleh dari aktivitas pendanaan tercatat Rp4,40 miliar, naik 197,30 persen dari Rp1,48 miliar.
Hingga akhir semester I 2026, kas dan bank akhir periode WMUU tercatat Rp1,64 miliar.
Sementara jika menilik neraca, jumlah aset WMUU tercatat sebesar Rp2,00 triliun, turun dibanding per akhir tahun 2025 sebesar Rp2,33 triliun. Jumlah liabilitas di semester I 2026 tercatat Rp1,24 triliun, turun dari Rp1,55 triliun. Sedangkan ekuitas, tercatat Rp763,3 miliar dari sebelumnya Rp777,9 miliar.
Pada perdagangan intraday Kamis (30/7) shaam WMUU terpantau menguat 3,85 persen atau naik 2 poin ke level Rp54. Namun, jika menilik secara year to date, saham WMUU terus susuri zona merah dengan melemah 15,63 persen atau turun 10 poin.
Related News
EMMI Catat Rugi Susut, Namun Beban Masih Tinggi Saham Terus Merosot
Penjualan Tertekan, Laba Emiten Paulus Tumewu (RALS) Turun 11 Persen
Laba MLPT Tembus Rp137,65 Miliar, Melejit 31,65 Persen Semester I 2026
Rugi Bersih MPPA Susut 41,3 Persen di Semester I 2026, Sisa Rp33,1M
Prapenjualan BSDE Capai Rp5,12T di Semester I 2026, Setara 51% Target
IHSG Sesi I (30/7) Rebound, Menghijau Nyaris 1 Persen ke 6.147





