Entitas Astra (ASII) Caplok Pengelola Hotel Mandarin Bundaran HI USD85 Juta
EmitenNews.com - Astra Land Indonesia (ALI) mengakuisisi Jaya Mandarin Agung (JMA) USD85 juta. Itu setelah Entitas Astra (ASII) tersebut mencaplok 96,923 persen saham Mandarin Oriental Holdings B.V (MOH) di JMA USD49,77 juta. Dan, mengeksekusi piutang Mandarin Oriental Hotel Group Ltd (MOHGL) di JMA kepada ALI USD35,23 juta.
Pengambilalihan saham JMA senilai USD49,77 juta itu terdiri dari 7.900 saham seri A, 5.583 saham seri B, 3.950 saham seri C, dan 55.560 saham Seri D. Mewakili 96,923 persen dari seluruh modal ditempatkan, dan disetor JMA milik MOH.
Lalu, mengeksekusi piutang sehubungan dengan pinjaman diberikan MOHGL kepada JMA USD35,23 juta. Itu berdasarkan perjanjian pinjaman pemegang saham pada 1 Juni 2010 antara MOH dan JMA, dan Sale, Assignment and Assumption Agreement antara MOH MOHGL, Mandarin Oriental Limited, dan JMA.
Transaksi masuk kategori afiliasi. ALI terafiliasi dengan perseroan karena ALI merupakan perusahaan terkendali perseroan. Di mana, 50 persen saham ALI dimiliki secara tidak langsung oleh perseroan, dan laporan keuangan ALI dikonsolidasikan dengan perseroan.
MOH dan MOHGL, masing-masing terafiliasi dengan perseroan. Pasalnya, MOH dan MOHGL merupakan afiliasi dari pemegang saham utama perseroan. Transaksi ALI itu, bagian dari pengembangan bisnis, dan itu dilakukan karena aset properti milik JMA berada di lokasi strategis (Bundaran HI Jakarta).
Dengan begitu, pelaksanaan transaksi menjadi peluang menarik bagi pengembangan bisnis ALI. ”Perkembangan bisnis ALI nanti dapat memberi nilai tambah bagi perseroan sebagai pemegang saham tidak langsung ALI,” tulis manajemen Astra International. (*)
Related News
MDIY Raih Laba Rp1,1 Triliun, Berencana Bagikan Dividen Tunai 2025
Kredit Rumah Masih Prospektif, Bank BWS (SDRA) Geber Momen Awal Tahun
Pacu Ekspansi Bisnis, REAL Luncurkan Proyek Hunian MBR Bareng Riscon
Pengendali BUVA Divestasi Rp250 Miliar, Lepas 156 Juta Saham
Jelang Idulfitri 2026, BBTN Siapkan Uang Tunai Rp23,18 Triliun
PGEO Bidik Bisnis Baru, Siap Sewakan Mesin dan Peralatan Pertambangan





