Erick Thohir Sebut Bakal ada 2 IPO dan 5 Rights Issue BUMN, Ini Perusahaannya
:
0
EmitenNews.com - Kementerian BUMN siap mengawal aksi penawaran umum perdana saham 1 BUMN, dan 1 anak usaha BUMN di lantai bursa. Selain itu, sebanyak 5 BUMN juga berencana menerbitkan saham baru via rights issue.
Menteri BUMN Erick Thohir menyebut sejumlah BUMN dan anak usahanya akan melakukan initial public offering (IPO) di pasar modal. Terdekat, PT Pertamina Geothermal Energy dan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) bakal melakukan IPO.
“Untuk 2022, kami akan go public Geothermal energy, kita tahu dorongan dunia mengenai green energy, green economy. Kita tetap mesti ikut globalisasi tetapi bukan berarti kita membuka sumber daya alam sebesar-besarnya untuk pertumbuhan negara lain, tetapi kita prioritaskan untuk pertumbuhan negara kita,” jelasnya dalam Rapat Kerja di Komisi VI DPR, Kamis (2/12/2021).
Pertamina Geothermal Energy merupakan cucu pertamina yang bergerak di bidang energi panas bumi, rencananya melakukan IPO pada kuartal II/2022.
PGE terang Erick bakal fokus sebagai alternatif bagian dari green electric eco lifestyle untuk listrik, menjadi bagian dari transformasi 15 giga watt PLN ke energi terbarukan.
Adapun, rencana go public ASDP merupakan bagian dari mendukung aktivitas pelayanan sekaligus aktivitas korporasi perusahaan.
“ASDP akan go public, kondisi kapal semakin tua, ini membahayakan kita untuk mendasarkan transportasi dengan kondisi seperti ini, keselamatan publik menjadi kunci, harus mencari alternatif pendanaan, tak mungkin PMN, perbaiki kapal ferry terbaru keselamatan penumpang terjadi,” katanya.
Upaya go public ini menjadi bagian dari alternatif pendanaan agar BUMN bisa lebih mandiri memperbaiki dengan cara-cara lain sehingga dapat melayani publik dan dengan korporasi yang lebih baik.
Di sisi lain, rencana rights issue atau penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) akan dilaksanakan oleh 5 emiten BUMN yakni PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. (SMGR), PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI), PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. (KRAS), dan PT Kimia Farma Tbk. (KAEF).
Related News
Presidensi G20 AS 2026, Gubernur BI Ungkap Tiga Respon Kebijakan
BEI Sentil 204 Emiten Bandel, Beri Peringatan Tertulis I
Jelang Delisting 18 Emiten, BEI: Buyback Wajib Jadi Tanggung Jawab
Sinyal Positif, Kepercayaan Investor Meningkat Dorong Penguatan IHSG
Indonesia SIPF Rilis Consultation Paper, Bidik Payung Hukum Lebih Kuat
Selasa Sore IHSG Ditutup Menguat, Mari Cermati Faktor Pendorongnya





